Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Terkait Keamanan Data dan Kebenaran Informasi Publik, Aturan AI Harus Disepakati

📅 Jumat, 02 Okt 2026, 03:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Terkait Keamanan Data dan Kebenaran Informasi Publik, Aturan AI Harus Disepakati Doc: afp
Ket. Keamanan Negara - AI bisa jadi Sarana Penyebaran Informasi yang Menyesatkan

» Indonesia memiliki kepentingan untuk melindungi masyarakat, termasuk ketika teknologi yang digunakan dikembangkan di negara lain.

» Penyalahgunaan AI dapat memperbesar ancaman melalui penipuan, pemalsuan suara dan gambar, serta manipulasi informasi.

JAKARTA - Gedung Putih akhirnya merilis teks kesepakatan yang dicapai antara para miliarder raksasa pengembang kecerdasan buatan atau Artifical Intelligence (AI) seusai bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump pada Selasa (29/9). 

Perjanjian yang oleh Presiden disebut mengikat secara moral itu memang tidak menyebut secara gamblang kalau Pemerintah akan mendukung pengamanan baru.

Seperti dilansir oleh Forbes, kesepakatan Gedung Putih tentang Intelijen Super” hanya berisi sedikit lebih dari 300 kata dan mencakup “empat lapisan kontrol dan audit” yang disetujui secara sukarela oleh perusahaan-perusahaan.

Menanggapi kesepakatan itu, Pengamat Hubungan Internasional dari Universitas Brawijaya (UB), Malang, Adhi Cahya Fahadayna, mengatakan kalau AS saja merasa perlu membuat tatanan dalam implementasi AI, maka Pemerintah Indonesia perlu adaptif juga terhadap perkembangan tersebut terutama untuk mewaspadai dampak langsung maupun tidak langsung dari penggunaan AI bagi masyarakat.

Adhi mengingatkan soal AI fairness, atau keadilan dalam penggunaan AI, adalah sebuah tantangan yang semakin nyata seiring meluasnya penggunaan teknologi itu.

“Indonesia memiliki kepentingan untuk melindungi masyarakat, termasuk ketika teknologi yang digunakan dikembangkan di negara lain. Secara strategis, perkembangan AI sulit dihentikan. Penggunaannya tetap perlu diatur, terutama ketika memengaruhi hak, keselamatan, dan kesempatan seseorang,” katanya.

Menurutnya, dalam memitigasi dampak penggunaan AI, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama adalah pembangunan pusat data yang dapat menimbulkan dampak lingkungan dan ekologis, terutama melalui kebutuhan listrik, penggunaan air untuk pendinginan, dan emisi yang bergantung pada sumber energinya. Karena itu, pembangunan infrastruktur AI harus memperhitungkan kondisi lingkungan serta kebutuhan masyarakat setempat.

Dalam konteks keadilan, perlu diperhatikan siapa yang memperoleh manfaat dan siapa yang menanggung dampaknya.

Kedua adalah penggunaan AI dalam sektor keamanan, baik keamanan konvensional seperti militer maupun keamanan nonkonvensional seperti keamanan siber dan keamanan insani. Penyalahgunaan AI dapat memperbesar ancaman melalui penipuan, pemalsuan suara dan gambar, serta manipulasi informasi. Indonesia perlu memperkuat kapasitas untuk mengenali dan memitigasi ancaman tersebut, sekaligus memastikan bahwa penggunaan AI untuk kepentingan keamanan memiliki batas kewenangan dan pengawasan yang jelas. Kerja sama internasional juga diperlukan karena dampaknya dapat melintasi batas negara.

Terakhir kata Adhi, tentu aspek etis dalam perkembangan teknologi yang berkaitan erat dengan manusia. Indonesia telah memiliki beberapa langkah dasar sebagai pedoman etika AI melalui Surat Edaran Menteri Kominfo Nomor 9 Tahun 2023. Pemerintah perlu memastikan kejelasan kewenangan dan koordinasi antarlembaga untuk mengawal penerapannya dalam sektor militer, pendidikan, kedokteran, media, dan sosial-politik. Setiap sektor menghadapi risiko yang berbeda, sehingga pengawasan perlu disesuaikan dengan dampak penggunaannya.

“Dalam konteks ini, persoalan etika juga menyangkut bagaimana hasil AI diterima sebagai pengetahuan dan dijadikan dasar pengambilan keputusan. Perhatian terhadap keaslian atau perbedaan antara hasil AI dan hasil manusia perlu dilanjutkan dengan pemeriksaan terhadap ketepatan, dasar penilaian, dan dampaknya.

Ketika hasil AI digunakan untuk menilai seseorang, harus jelas siapa yang memeriksa dan siapa yang bertanggung jawab. Orang yang dirugikan perlu memiliki jalur untuk meminta penjelasan, mengajukan keberatan, dan memperoleh perbaikan. Di sinilah keadilan dalam penggunaan AI perlu diwujudkan melalui praktik dan kewenangan institusi. Tanggung jawab tetap berada pada manusia dan lembaga yang mengembangkan serta menggunakannya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.