Tips Siaga Bencana untuk Anak
📅 Senin, 28 Sep 2026, 07:23 WIB | Oleh: Haryo BronoUntuk anak usia SD (sekitar 6–12 tahun), mereka sudah bisa berpikir logis dan diberi tanggung jawab kecil, tetapi instruksinya tetap harus konkret dan visual.
Berikut penyesuaian materi siaga bencana khusus untuk anak SD:
Aturan Emas saat Evakuasi di Sekolah
Tanamkan 4 Jangan saat alarm atau sirine bahaya berbunyi:
Jangan panik: Tarik napas, dengarkan instruksi guru.
Jangan lari: Berjalan cepat tapi tertib agar tidak tersandung atau memicu desak-desakan.
Jangan bicara: Supaya bisa mendengar instruksi penting atau panggilan nama.
Jangan balik arah: Jangan pernah kembali ke kelas hanya untuk mengambil barang yang tertinggal (seperti mainan atau tas).
Kenali Rambu Keselamatan
Ajari anak membaca rambu dasar yang ada di sekolah atau tempat umum:
Jalur Evakuasi: Gambar orang berlari ke arah panah hijau.
Titik Kumpul (Assembly Point): Tanda panah berkumpul di lapangan terbuka.
Tangga Darurat: Selalu pilih tangga, jangan pernah pakai lift saat gempa atau kebakaran.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!