Tips Siaga Bencana untuk Anak
📅 Senin, 28 Sep 2026, 07:23 WIB | Oleh: Haryo BronoBanjir: Dilarang bermain atau berenang di genangan air arus deras. Jauhi tiang listrik, kabel putus, dan saluran air (selokan terbuka).
Kenalkan Titik Kumpul (Meeting Point)
Sepakati satu lokasi aman yang jelas di luar rumah (misal: lapangan RT, pos ronda, atau halaman masjid terdekat) jika sewaktu-waktu terpisah saat evakuasi.
Ingatkan anak untuk mencari bantuan ke petugas berseragam (Polri, TNI, BPBD, damkar) jika tidak menemukan orang tua di titik kumpul.
Libatkan dalam Menyiapkan Tas Siaga Bencana (TSB)
Ajak anak memilih satu atau dua barang penting miliknya untuk dimasukkan ke dalam ransel darurat:
Satu setel pakaian ganti dan jaket hangat.
Camilan tahan lama dan botol air minum.
Mainan kecil atau buku cerita favorit (berfungsi sebagai trauma healing sederhana saat mengungsi).
Salinan kartu keluarga atau identitas anak.
Latihan Rutin Lewat Permainan
Jangan hanya memberi tahu lewat teori; lakukan simulasi gempa atau evakuasi di rumah setiap beberapa bulan sekali.
Jadikan latihan seperti permainan “tantangan cepat” tanpa membuat suasana tegang atau panik.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!