Legenda Inter Milan dan Italia Sandro Mazzola Meninggal Dunia di Usia 83 Tahun

Minggu, 20 Sep 2026, 00:04 WIB

MILAN — Sepak bola Italia kehilangan salah satu legendanya. Sandro Mazzola, mantan penyerang tim nasional Italia yang menghabiskan seluruh 17 tahun karier profesionalnya bersama Inter Milan, meninggal dunia pada usia 83 tahun. Kabar duka tersebut disampaikan Inter pada hari Sabtu (19/9).

Mazzola merupakan salah satu pemain paling ikonik dalam sejarah Inter. Selama membela klub berjuluk Nerazzurri itu, ia mencatatkan 565 penampilan dan 158 gol, sekaligus membantu Inter meraih empat gelar Serie A dan dua trofi Piala Champions Eropa, kompetisi yang kini dikenal sebagai Liga Champions.

Ket. Foto: Sandro Mazzola. — Sumber: Inter Milan

"Sandro Mazzola adalah salah satu pesepak bola terbesar dalam sejarah. Bukan hanya dalam sejarah Nerazzurri. Dia adalah sejarah Inter: bergabung dengan klub saat masih kecil dan tidak pernah meninggalkannya," tulis Inter dalam pernyataan resmi klub.

Mazzola juga menjadi bagian penting dari sejarah sepak bola Italia. Bersama Gli Azzurri, ia ikut mengantarkan Italia menjuarai Piala Eropa 1968. Dua tahun kemudian, Mazzola tampil ketika Italia melaju hingga final Piala Dunia 1970 di Meksiko, meski akhirnya kalah dari Brasil.

Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni turut menyampaikan belasungkawa atas kepergian Mazzola. Menurut Meloni, Italia kehilangan salah satu sosok yang paling dicintai dalam sejarah sepak bola negara tersebut.

"Dia membawa kegembiraan dan semangat kepada beberapa generasi warga Italia, serta meninggalkan jejak yang tak terhapuskan bagi bangsa kita," tulis Meloni di media sosial.

Kisah hidup Mazzola tidak dapat dipisahkan dari tragedi yang merenggut nyawa ayahnya, Valentino Mazzola, yang juga merupakan pemain tim nasional Italia.

Sandro baru berusia enam tahun ketika Valentino meninggal dalam tragedi udara Superga pada Mei 1949. Pesawat yang membawa seluruh skuad Torino pulang dari Lisbon mengalami kecelakaan. Seluruh anggota tim Torino yang berada di dalam pesawat meninggal dunia.

Bertahun-tahun kemudian, Sandro mengikuti jejak sang ayah dengan menjadi pesepak bola profesional. Bahkan, sebelum menjalani karier sebagai pemain, Mazzola kecil pernah menjadi maskot Inter.

Debut seniornya terjadi ketika berusia 18 tahun. Inter harus menurunkan tim muda dalam pertandingan melawan Juventus setelah federasi sepak bola Italia membatalkan kemenangan 2-0 Inter akibat kerusuhan dan invasi lapangan oleh suporter Juventus, lalu memerintahkan pertandingan ulang.

Menariknya, sebelum berangkat ke Turin, Mazzola terlebih dahulu menyelesaikan ujian sekolahnya. Ia kemudian mencetak satu-satunya gol Inter melalui tendangan penalti dalam pertandingan yang berakhir dengan kekalahan telak 1-9 dari Juventus.

Hasil tersebut tidak menghentikan perkembangan kariernya. Mazzola dengan cepat menjadi pemain reguler di tim utama dan kemudian menjelma sebagai salah satu pemain terpenting dalam era kejayaan Inter.

Salah satu momen terbesar dalam karier Mazzola terjadi pada final Piala Champions Eropa 1964. Menghadapi Real Madrid, Inter menang 3-1 dan meraih trofi Eropa pertama dalam sejarah klub.

Mazzola tampil sebagai bintang utama dengan mencetak dua gol dalam pertandingan final tersebut.

Setahun kemudian, Inter kembali menjadi juara Eropa. Mazzola kembali memainkan peran penting dalam keberhasilan klub mempertahankan gelar.

Di level domestik, ia juga menjadi bagian dari era kejayaan Inter yang kemudian dikenal sebagai salah satu periode paling sukses dalam sejarah klub.

Mazzola mengakhiri kariernya sebagai pemain pada 1977 setelah menghabiskan seluruh karier seniornya bersama Inter. Setelah pensiun, ia tetap berkecimpung dalam dunia sepak bola dan pernah menjabat sebagai direktur olahraga Inter.

Ia juga sempat menjalankan peran serupa di Torino, klub yang memiliki ikatan emosional sangat kuat dengan keluarganya karena merupakan klub yang dibela sang ayah.

Inter mengenang Mazzola bukan hanya karena prestasi dan gol-golnya, tetapi juga karena karakter yang melekat sepanjang hidupnya.

"Bintang berkumis itu bersinar di lapangan dan masih bersinar hingga hari ini. Seperti yang sering dia katakan, dia memiliki satu keinginan terakhir: dikenang sebagai orang baik, seseorang yang terus berjuang bahkan ketika kemenangan sudah mustahil, seperti dalam pertandingan 9-1 tersebut," tulis Inter.

Bagi Inter dan sepak bola Italia, Mazzola bukan sekadar mantan pemain. Ia merupakan bagian dari sejarah klub dan salah satu wajah penting dari generasi emas sepak bola Italia pada era 1960-an dan 1970-an.

Kepergiannya menutup perjalanan seorang pemain yang menghabiskan seluruh karier seniornya di satu klub, memenangkan gelar domestik dan Eropa, serta menjadi bagian dari tim nasional Italia yang mencatat sejarah di panggung internasional.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.