Bundesliga Putri Jerman Mulai Dikelola Badan Independen pada Tahun 2027

Minggu, 20 Sep 2026, 00:02 WIB

FRANKFURT — Bundesliga putri Jerman akan memasuki babak baru. Mulai Juli 2027, kompetisi kasta tertinggi sepak bola putri Jerman akan dikelola badan independen yang dibentuk dan dijalankan oleh klub-klub peserta.

Keputusan tersebut diambil melalui pemungutan suara bulat oleh para delegasi dalam badan legislatif Federasi Sepak Bola Jerman (DFB), Sabtu (19/9). DFB akan memberikan hak pengelolaan kompetisi kepada badan independen tersebut untuk periode tujuh tahun.

Ket. Foto: Ilustrasi pertandingan Bundesliga Putri. — Sumber: DFB

Sebanyak 14 klub yang berlaga di Women's Bundesliga sebelumnya telah menyepakati pemisahan dari DFB pada Desember. Mereka kemudian membentuk Women's Bundesliga Association (FBL e.V.), organisasi yang nantinya mengambil alih pengelolaan kompetisi mulai Juli 2027.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme, kemandirian komersial, serta pengembangan kompetisi sepak bola putri di Jerman.

"Model baru ini secara umum didasarkan pada struktur sepak bola putra, khususnya hubungan antara DFB dan Bundesliga. Namun, berbeda dengan sepak bola putra, Bundesliga 2 putri tetap berada di bawah naungan DFB," demikian pernyataan DFB.

Dengan perubahan tersebut, Bundesliga putri akan memiliki struktur pengelolaan yang lebih mandiri. Model ini menyerupai langkah yang telah dilakukan kompetisi putri Inggris, Women's Super League (WSL), yang beralih menuju tata kelola independen sejak 2024 dengan tujuan memperoleh otonomi komersial dan mempercepat pengembangan profesional.

Wakil Presiden DFB, Heike Ullrich, menyambut keputusan tersebut sebagai tindak lanjut atas keinginan klub-klub peserta.

"Pemekaran ini sejalan dengan keinginan klub-klub dan FBL e.V. Para delegasi hari ini telah menindaklanjuti keinginan tersebut dan saya sangat menyambutnya," kata Ullrich.

Meski pengelolaan kompetisi beralih ke badan independen, DFB tetap memberikan dukungan finansial kepada FBL e.V.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, FBL e.V. akan menerima 1,4 juta euro atau sekitar 27 miliar rupiah per tahun dari DFB. Nilai tersebut akan bertambah 200.000 euro atau sekitar 3,9 miliar rupiah pada tahun ketika digelar Piala Eropa atau Piala Dunia putri.

Selain itu, FBL e.V. juga akan memperoleh 50 persen keuntungan yang dihasilkan tim nasional putri Jerman dari partisipasinya dalam turnamen-turnamen tersebut.

Perubahan tata kelola ini menandai semakin besarnya peran klub dalam menentukan arah masa depan Bundesliga putri Jerman. Dengan pengelolaan yang berada di tangan organisasi khusus, kompetisi diharapkan dapat mengembangkan potensi komersial dan profesionalnya secara lebih terarah, sementara DFB tetap mempertahankan tanggung jawab terhadap Bundesliga 2 putri dan sepak bola nasional.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.