Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Super Air Jet Resmi Mengudara dari Bandara Husein Sastranegara Bandung

📅 Sabtu, 19 Sep 2026, 15:10 WIB | Oleh:
Super Air Jet Resmi Mengudara dari Bandara Husein Sastranegara Bandung  Doc: Humas Kota Bandung

BANDUNG - Konektivitas udara Kota Bandung kembali menguat. Setelah reaktivasi penerbangan oleh Garuda Indonesia dan Citilink pada Agustus lalu, kini Super Air Jet resmi membuka layanan penerbangan dari Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung dengan rute Medan–Bandung–Denpasar.

Peresmian penerbangan perdana tersebut berlangsung di Bandara Husein Sastranegara, Jumat (18/9) dan disambut langsung oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan.

Wali Kota Farhan menilai kehadiran Super Air Jet menjadi bukti semakin pulihnya aktivitas penerbangan di Bandara Husein sekaligus memperkuat posisi Bandung sebagai salah satu pusat konektivitas udara di Indonesia.

“Sebulan setelah inaugurasi penerbangan oleh Garuda dan Citilink, hari ini inaugurasi penerbangan oleh Super Air Jet di Bandara Husein. Alhamdulillah, ini artinya menambah jumlah penerbangan dan jumlah penumpang,” ujar Wali Kota Farhan.

Menurut Wali Kota Farhan, peningkatan jumlah penerbangan mulai berdampak terhadap pergerakan penumpang di Bandara Husein. Jika sebelumnya rata-rata jumlah penumpang berada di kisaran seribu orang per hari, kini jumlahnya terus meningkat dan diperkirakan telah mendekati dua ribu penumpang per hari.

Ia menyatakan, Pemerintah Kota Bandung bersama Lanud Husein Sastranegara dan Angkasa Pura terus berkomitmen meningkatkan kualitas infrastruktur, sarana, dan prasarana penunjang agar operasional bandara semakin optimal.

“Kami bersama Lanud Husein dan Angkasa Pura berkomitmen melakukan berbagai perbaikan infrastruktur serta fasilitas yang diperlukan untuk mendukung perkembangan Bandara Husein,” kata dia.

Wali Kota Farhan juga melihat peluang besar Bandung untuk berkembang menjadi kota transit penerbangan domestik. Menurut dia, posisi strategis Bandung memungkinkan kota ini menjadi titik penghubung perjalanan dari Pulau Sumatra menuju Bali, Kalimantan, maupun Sulawesi.

“Bandung itu salah satu transit yang paling menyenangkan. Biayanya tidak mahal, prosesnya cepat karena bandaranya relatif kecil, sehingga sangat nyaman bagi penumpang,” tutur dia.

Ia mencontohkan penerbangan perdana Super Air Jet dari Medan yang mengangkut sekitar 170 penumpang. Sebanyak 130 penumpang turun di Bandung, sementara sekitar 40 penumpang melanjutkan perjalanan menuju Denpasar.

Kondisi tersebut menurut Wali Kota Farhan menunjukkan potensi Bandung sebagai hub transit yang dapat memberikan dampak ekonomi bagi berbagai sektor, mulai dari layanan hospitality, kuliner, perdagangan hingga pariwisata.

“Kalau transit, bisnis hospitality di sekitar bandara bisa bergerak. Kalau penumpang turun di Bandung, dampaknya lebih luas lagi untuk sektor wisata, perdagangan, manufaktur hingga pendidikan,” ujar dia.

Wali Kota Farhan menambahkan, selain wisata dan bisnis, sektor pendidikan menjadi salah satu alasan utama banyak orang datang ke Bandung. “Kita harus memberi ruang seluas-luasnya untuk tujuan pendidikan karena Bandung dikenal sebagai kota pendidikan,” kata dia.

Meski tren pertumbuhan penumpang menunjukkan perkembangan positif, Wali Kota Farhan mengakui masih ada pekerjaan rumah untuk mengembalikan aktivitas Bandara Husein ke masa kejayaannya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Daftar Lokasi Samsat Kelili...
Luar Negeri
Pentagon Tutup Mulut soal E...
Megapolitan
Urus SIM Tak Repot Lagi, Ad...
Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.