El Nino Paksa Terusan Panama Kurangi Lalu Lintas Kapal

Rabu, 16 Sep 2026, 01:00 WIB

PANAMA CITY - Terusan Panama pada Senin (14/9) berencana kembali mengurangi lalu lintas maritim melalui jalur air tersebut akibat kekurangan air yang dipicu pola cuaca El Nino, setelah sebelumnya jumlah transit harian telah dikurangi.

Administrator Terusan Panama menyatakan jumlah kapal yang melintas setiap hari dapat turun lebih jauh dalam beberapa bulan mendatang akibat kondisi kekeringan yang parah.

Ket. Foto: Terusan Panama — Sumber: antara

Panama telah menetapkan keadaan darurat nasional terkait El Nino, fenomena iklim yang berkembang di Samudra Pasifik dan memengaruhi pola cuaca di berbagai wilayah dunia serta meningkatkan suhu global.

Fenomena tersebut memicu kekeringan parah di Amerika Tengah dan menimbulkan tantangan bagi pengoperasian Terusan Panama. Jalur air sepanjang sekitar 80 kilometer itu menggunakan air tawar dari waduk untuk mengoperasikan pintu air yang mengangkat dan menurunkan kapal saat melintas.

Otoritas Terusan Panama mengurangi jumlah transit harian dari 36 menjadi 32 kapal sejak 4 September untuk menghemat air. Berdasarkan rancangan anggaran yang diajukan kepada Parlemen Panama, jumlah tersebut akan kembali dikurangi menjadi rata-rata 29,5 transit per hari mulai Oktober.

Menteri Urusan Kanal Jose Ramon Icaza mengatakan anggaran yang disetujui memastikan terusan tetap dapat beroperasi dengan aman, berkelanjutan, efisien, dan menguntungkan.

Sementara itu, Financial Times melaporkan jumlah kapal yang melintas setiap hari bahkan dapat turun menjadi 27 kapal dalam beberapa bulan mendatang. Laporan tersebut mengutip administrator baru Terusan Panama Ilya Espino de Marotta.

Pada Juli, Otoritas Terusan Panama telah memperingatkan kemungkinan pembatasan lalu lintas akibat El Nino, meskipun volume kargo dan jumlah transit meningkat pada tahun fiskal berjalan.

Pembatasan dilakukan untuk mengantisipasi musim kemarau yang biasanya berlangsung dari Desember hingga pertengahan April. Fluktuasi cuaca menyebabkan kekurangan air di terusan tersebut sekitar setiap tiga tahun.

Kondisi serupa pernah terjadi pada 2023 ketika El Nino memaksa otoritas mengurangi jumlah transit harian dari 38 menjadi 22 kapal.

Terusan Panama menangani lebih dari tiga persen perdagangan global dan menjadi jalur penting bagi pelayaran internasional. Keterbatasan air dalam beberapa tahun terakhir mendorong otoritas menerapkan berbagai langkah konservasi.

Untuk mengurangi ketergantungan terhadap curah hujan, otoritas berencana membangun waduk di Sungai Rio Indio yang ditargetkan selesai pada 2032.

  • krisis air

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: AFP, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.