- Home
-
- Luar Negeri
-
- Misi INA-LAC ke Chile, RI ...
Misi INA-LAC ke Chile, RI Kejar Peluang Dagang dan Investasi ke Amerika Latin
Selasa, 15 Sep 2026, 02:22 WIBJAKARTA â Indonesia memperluas penetrasi pasar ke Amerika Latin dan Karibia melalui misi bisnis Indonesia-Latin America and the Caribbean (INA-LAC) yang tahun ini dipusatkan di Chile. Langkah tersebut menjadi momentum untuk mengoptimalkan Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) Indonesia-Chile sekaligus mendorong peningkatan perdagangan dan peluang investasi melalui penguatan akses pasar bagi pelaku usaha nasional.
Direktur II Amerika Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Riris Wusananingdyah mengatakan misi dagang tersebut merupakan upaya Indonesia mendobrak pasar Amerika Latin dan Karibia dan menguatkan jembatan kemitraan antara industri nasional dengan mitra di kawasan.
âSalah satu pertimbangan agar INA-LAC diselenggarakan di Chile adalah karena kita sudah punya CEPA dengan negara tersebut dan kondisinya sudah semakin maju,â ucap Riris dalam temu media di Jakarta, Senin (14/9).
Dia menyampaikan misi bisnis INA-LAC 2026 akan berjalan pada 1-2 Oktober 2026 di Santiago, Chile. Delegasi Indonesia terdiri dari perwakilan 21 perusahaan yang telah dikurasi Kemlu RI dari berbagai sektor seperti otomotif dan suku cadang, makanan dan minuman, alat kesehatan, dan farmasi. Dia menyebut jumlah tersebut masih dapat bertambah.
Riris menyoroti peluang PT Dirgantara Indonesia berpartisipasi kembali dalam misi bisnis INA-LAC tahun ini setelah ikut serta pada 2024 dan 2025. âKehadiran mereka menunjukkan bahwa pengadaan maupun perawatan pesawat dapat disediakan oleh pihak Indonesia,â tambahnya.
Dia memastikan anggota delegasi tersebut juga mencakup UMKM di bidang kerajinan furnitur serta makanan dan minuman yang dianggap siap bersaing di kancah internasional sekaligus memperlihatkan kualitas usaha rakyat Indonesia. Gelaran kali ini akan berlangsung di tengah momentum menguatnya kinerja perdagangan antara Indonesia dan kawasan Amerika Latin dan Karibia, di mana ekspor RI ke kawasan tersebut pada 2025 mencapai 7,6 miliar dolar AS dengan impor di tahun yang sama sebesar 8,5 miliar dolar AS.
âNamun persentase perdagangan dan investasi RI di Amerika Latin dan Karibia hingga kini hanya sekitar 3 persen dari perdagangan global Indonesia, masih sangat kecil dibanding potensi yang dikandung kawasan itu,â kata dia.
Kunjungan Industri
Karena itu, dalam rangka memfasilitasi interaksi antara perusahaan Indonesia dengan mitra bisnis kawasan, Kemlu RI memfasilitasi kunjungan industri ke pabrik setempat serta forum bisnis dalam kedua hari pelaksanaan INA-LAC 2026.
Selain itu, akan dilaksanakan pula forum bisnis khusus sektor energi dan pertambangan, di mana sejumlah perusahaan Indonesia akan memaparkan peluang kerja sama di bidang tersebut.
Misi bisnis kali ini merupakan yang ketiga kalinya dilaksanakan âjemput bolaâ di negara Amerika Latin setelah misi bisnis INA-LAC pada 2024 digelar di Lima, Peru, dan pada 2025 di Sao Paulo, Brasil. Adapun pada 2019-2023, Forum Bisnis INA-LAC berlangsung di Jakarta. Ant/E-10
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pasar Latin Nggak Bisa Diabaikan Lagi: Cili Buktiin Dagang RI Naik 12% Pasca CEPA
-
DPR RI Sebut Kendaraan Listrik jadi Solusi Dekarbonisasi Transportasi
-
Harrison Ford Kembali Jadi Indiana Jones dalam Proyek Terbaru Disney
-
Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini
-
Amankan Puluhan Motor, Polres Probolinggo Bubarkan Balap Liar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.