DPR RI Sebut Kendaraan Listrik jadi Solusi Dekarbonisasi Transportasi
Kamis, 20 Agu 2026, 19:30 WIBJAKARTA - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Chusnunia, menyambut perkembangan ekosistem kendaraan listrik berbasis baterai di Indonesia. Menurut dia, kendaraan listrik berpotensi menjadi solusi dekarbonisasi efektif, pada sektor transportasi nasional.
Chusnunia menilai, kendaraan listrik juga berdampak positif terhadap perekonomian Indonesia. Dampak tersebut terlihat dari pengurangan konsumsi BBM, pengembangan industri lokal, serta perbaikan kualitas lingkungan.
âDari sisi lingkungan kendaraan listrik tidak menghasilkan gas buang, emisi yang dihasilkan hanya berasal dari proses pembuatan komponen kendaraan dan bahan bakarnya, yakni listrik. Karenanya kita berharap produksi kendaraan listrik nasional akan terus meningkat, baik secara kuantitas maupun kualitas agar merangsang masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrikâ ucap dia dalam keterangan tertulis pada Kamis (20/8).
Chusnunia berharap pemerintah memberikan kemudahan, bagi pengembangan produksi kendaraan listrik nasional secara massal. Kemudahan tersebut dinilai penting, agar produk nasional mampu bersaing dengan merek luar negeri.
Persaingan tersebut mencakup aspek harga, teknologi, serta penguatan ekosistem kendaraan listrik nasional. Menurut dia, kebijakan yang memudahkan masyarakat beralih akan memberikan sinyal positif kepada berbagai pihak.
âData menunjukan bahwa pasar kendaraan listrik di Indonesia semakin menggeliat, yang ditunjukan dengan pertumbuhan penjualan pada semester I-2026 menunjukkan, bahwa mobil elektrifikasi bukan lagi sekadar pilihan alternatif, melainkan mulai mengambil porsi besar dari pasar otomotif nasional,â ujar dia.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meluncurkan Motor Listrik Nasional atau MoLiNas, beserta ekosistem pendukungnya. Peluncuran berlangsung di fasilitas produksi ALVA, Cikarang, Bekasi, sebagai langkah memperkuat industri nasional.
Langkah tersebut diarahkan untuk menghadirkan mobilitas yang terjangkau dan berkualitas bagi masyarakat. Selain itu, kebijakan tersebut memperkuat teknologi, ketahanan energi, dan peningkatan nilai tambah nasional.
Kementerian Perindustrian mencatat populasi kendaraan listrik mencapai 468.231 unit hingga sekitar April 2026. Kendaraan listrik roda dua menjadi kelompok terbesar dengan jumlah mencapai 242.909 unit.
Sementara itu, kendaraan listrik roda empat penumpang tercatat sebanyak 223.100 unit. Data tersebut menunjukkan perkembangan kendaraan listrik nasional semakin kuat, dan berpotensi terus bertumbuh. ils/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
DPR Minta Pemerintah Tetapkan KLB Karhutla, Paparan Asap Sudah Parah
-
Pencetakan Sawah Rakyat Manokwari Baru 400 Hektare, Target 1.300 Hektare Terkendala Penolakan Hak Ulayat
-
Peluang Kerja di PSEL Bekasi Terbuka! Pemkot Ajak Pelajar SMK Bersiap Mendaftar
-
Kolaborasi Telkomsel dan Disdik Kota Palembang Bantu Pelajar SD & SMP Laptop dan Kuota Internet Gratis
-
Data Center Jatiluhur Butuh Air 33 Juta Liter per Hari, PAM Jaya Diminta Waspada
-
Susu Formula Makin Diminati di E-Commerce
-
Regulasi Tak Konsisten, Iklim Usaha Sulit Kondusif
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.