Warga Kepulauan Seribu Diminta Tetap Waspada Usai Gempa

Senin, 14 Sep 2026, 01:10 WIB

JAKARTA – Memang gempa 5,9 magnitudo yang mengguncang Kepulauan seribu telah diyatakan aman oleh pemerintah. Namun, begitu, warga diminta tetap waspada. Pemerintah memastikan kondisi di Kepulauan Seribu pascagempa bumi yang mengguncang pada hari Sabtu (12/9) pagi aman dan tidak berdampak terhadap warga maupun bangunan.

“Gempa tersebut tidak memberikan dampak berarti terhadap kondisi masyarakat maupun lingkungan di wilayahnya,” kata Dewan Kabupaten Kepulauan Seribu, Munawar, di Jakarta, Minggu. “Kondisi pulau masih aman. Tidak ada dampak terasa gempa. Kebanyakan, hampir semua warga pulau tidak merasakan gempa secara langsung. Justru mengetahui gempa dari informasi media. Jadi, untuk wisatawan masih aman untuk berkunjung,” kata Munawar.

Ket. Foto: Peta kawasan Kepulauan Seribu. — Sumber: ANTARA/HO-Pemkab Kepulauan Seribu

Lurah Pulau Pari, Yusuf, juga memastikan telah berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait untuk memantau kondisi pascagempa. Koordinasi itu dilakukan bersama pengurus RT dan RW, TNI/Polri, serta unsur lainnya guna memastikan keamanan warga dan lingkungan. “Warga tidak merasakan dampaknya dan kondisi lingkungan juga aman. Jadi, Kepulauan Seribu aman untuk dikunjungi, khususnya Kelurahan Pulau Pari,” ujar Yusuf.

Berdasarkan keterangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Seribu dan hasil monitoring langsung di lapangan, kondisi wilayah tersebut terpantau aman dan aktivitas masyarakat juga berjalan normal serta kondusif. “Kondisi lapangan terpantau aman, tidak ada yang terdampak. Aktivitas warga berjalan kondusif,” demikian keterangan resmi BPBD Kepulauan Seribu.

BPBD Kepulauan Seribu juga melakukan pemantauan di enam kelurahan untuk mengetahui dampak getaran gempa, dan hasil monitoring menunjukkan tidak ada kerusakan maupun warga yang terdampak. Di Kelurahan Pulau Kelapa dan Kelurahan Pulau Harapan, tidak terdapat dampak gempa, sementara di Kelurahan Pulau Panggang, sebagian warga dilaporkan merasakan getaran, namun tidak menimbulkan dampak.

Kondisi serupa terjadi di Kelurahan Pulau Tidung yang tidak mengalami dampak. Di Kelurahan Pulau Pari, warga sempat merasakan getaran selama sekitar lima detik, sedangkan di Kelurahan Pulau Untung Jawa, sebagian warga merasakan getaran.

BPBD Kepulauan Seribu terus memantau perkembangan informasi gempa yang disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta BPBD Provinsi Jakarta. Sebelumnya, gempa bumi dengan magnitudo 5,9 mengguncang wilayah Kepulauan Seribu, Sabtu (12/9) dini hari, dan dinyatakan tidak berpotensi tsunami. BMKG, melalui laman resminya mencatat gempa itu terjadi pada pukul 04.23 WIB. “Tidak berpotensi tsunami,” demikian keterangan BMKG, Sabtu.

Pusat gempa berada pada koordinat 5,81 derajat Lintang Selatan (LS) dan 106,56 derajat Bujur Timur (BT) atau sekitar enam kilometer tenggara Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Gempa tersebut memiliki kedalaman 376 kilometer.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.