World Athletics Tetap Larang Atlet Russia, Sebastian Coe Akui Perlu Ada Solusi

Senin, 14 Sep 2026, 00:13 WIB

BUDAPEST – Presiden World Athletics Sebastian Coe menegaskan bahwa sikap federasi atletik dunia terkait larangan terhadap atlet Russia belum berubah. Namun, Coe mengakui bahwa persoalan tersebut pada akhirnya harus menemukan jalan keluar.

Pernyataan itu disampaikan Coe pada hari Minggu (13/9), menjelang proses persidangan di Court of Arbitration for Sport (CAS) yang akan membahas gugatan terbaru Federasi Atletik Russia terhadap sanksi World Athletics.

Ket. Foto: Presiden World Athletics Sebastian Coe. — Sumber: World Athletic

Federasi Atletik Russia pada bulan lalu kembali mengajukan banding ke CAS untuk menentang sanksi yang diberlakukan World Athletics. Atlet Russia dan Belarusia telah dilarang mengikuti kompetisi internasional sejak invasi Russia ke Ukraina pada 2022.

"Posisi kami tidak berubah. Ini bukan soal politik atau paspor. Ini tentang integritas kompetisi," kata Coe pada hari terakhir penyelenggaraan perdana Ultimate Championship di Budapest.

Coe menegaskan bahwa keputusan World Athletics selama ini didasarkan pada prinsip kompetisi yang adil.

"Sejak berusia 18 tahun, saya percaya bahwa setiap posisi yang saya ambil... semuanya berkaitan dengan integritas dan kompetisi. Dan hal itu penting bagi saya," ujarnya.

Coe menolak membahas strategi hukum World Athletics menjelang proses arbitrase di CAS. Ia hanya menegaskan bahwa federasi yang dipimpinnya akan tetap mempertahankan posisi tersebut.

"Jadi, posisi kami tidak akan berubah. Dan ya, ini memang perlu diselesaikan. Saya sangat menyadari hal itu," kata Coe.

"Namun, saya rasa tim hukum kami tidak akan terlalu berterima kasih jika saya menjelaskan pendekatan kami dalam persoalan ini," lanjutnya.

Komentar tersebut muncul sekitar sebulan setelah Federasi Atletik Rusia mengonfirmasi pengajuan gugatan baru ke CAS. Gugatan itu merupakan langkah lanjutan setelah pengajuan sebelumnya pada Juli, dengan tujuan membatalkan sanksi yang menurut pihak Rusia membuat atlet mereka tidak dapat sepenuhnya mewakili negara dalam kompetisi internasional.

Federasi Rusia juga menilai sanksi tersebut menghalangi mereka untuk berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan di World Athletics.

Meski kembali menegaskan sikap World Athletics, Coe mengakui bahwa tujuan jangka panjang olahraga atletik tetap harus mengembalikan partisipasi global secara penuh.

"Ini penting. Kami ingin seluruh elemen dari komunitas global dapat berkompetisi dalam olahraga kami. Dan itu harus menjadi tujuan utama kami. Tentu saja," ujar Coe.

CAS yang berkantor pusat di Lausanne, Swiss, merupakan lembaga arbitrase tertinggi dalam dunia olahraga. Pengadilan tersebut diperkirakan akan mendengarkan gugatan Federasi Atletik Russia dalam beberapa bulan mendatang.

World Athletics selama ini menjadi salah satu federasi olahraga internasional yang mengambil sikap paling keras terhadap Rusia sejak invasi ke Ukraina. Sementara itu, sejumlah cabang olahraga lain secara bertahap mulai mengizinkan atlet Rusia dan Belarus kembali bertanding dengan status netral.

Salah satunya adalah International Skating Union (ISU) yang telah membuka jalur bagi sejumlah atlet Russia dan Belarus untuk berkompetisi sebagai atlet netral.

Namun, ISU pada pekan ini mengonfirmasi pencabutan status netral terhadap Kamila Valieva dan tiga atlet seluncur indah Rusia lainnya.

Kantor berita Russia TASS mengutip Menteri Olahraga Rusia Mikhail Degtyarev yang menyatakan bahwa seluruh atlet yang terdampak keputusan tersebut akan mengajukan banding ke CAS.

Persoalan sanksi terhadap atlet Russia dan Belarusia dengan demikian masih jauh dari selesai. Di satu sisi, World Athletics tetap mempertahankan larangannya dengan alasan integritas kompetisi. Di sisi lain, Coe mengakui bahwa olahraga dunia pada akhirnya membutuhkan solusi agar seluruh atlet dapat kembali berkompetisi secara global.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.