- Home
-
- Luar Negeri
-
- Trump Dukung Irlandia Bers...
Trump Dukung Irlandia Bersatu, Wacana Reunifikasi Kembali Mengemuka
Senin, 14 Sep 2026, 01:00 WIBDoonbeg - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan dirinya akan âsenang melihatâ Irlandia bersatu saat memulai kunjungan dua hari ke negara tersebut pada Sabtu (12/9), dengan menyinggung isu sensitif secara politik di tengah kunjungannya yang juga bersinggungan dengan kepentingan bisnis keluarganya.
Dilansir dari AFP, setelah bertemu Perdana Menteri Irlandia Micheál Martin di Dublin, Trump mengatakan reunifikasi Republik Irlandia dan Irlandia Utara, yang telah terpisah selama lebih dari satu abad, akan menjadi âhal yang fantastisâ.
âIni akan terjadi pada akhirnya. Hal ini mungkin juga terjadi sekarang,â katanya kepada wartawan, seraya menambahkan bahwa âInggris tentu saja akan menyampaikan pendapatnya mengenai hal iniâ.
Pulau Irlandia terpecah antara Republik Irlandia di selatan dan Irlandia Utara yang merupakan bagian dari Britania Raya sejak 1921.
Berdasarkan Perjanjian Jumat Agung 1998 yang mengakhiri kekerasan sektarian selama tiga dekade di Irlandia Utara dan menewaskan sekitar 3.000 orang, referendum mengenai reunifikasi dapat digelar jika pemerintah Inggris menilai terdapat kemungkinan mayoritas masyarakat Irlandia Utara mendukung bergabung dengan Republik Irlandia. Pemilih di Republik Irlandia juga harus menyetujui reunifikasi melalui jajak pendapat.
AS sebelumnya mengambil posisi netral mengenai isu tersebut.
Pernyataan Trump muncul setelah Perdana Menteri Inggris Andy Burnham pada bulan lalu mengatakan referendum persatuan Irlandia âdi luar mejaâ. Ketika ditanya mengenai komentar Trump, juru bicara kantornya di Downing Street merujuk wartawan pada pernyataan Burnham di parlemen pada Rabu ketika ia berjanji untuk âmenempel pada Perjanjian Jumat Agung 100 persenâ.
Namun Gavin Robinson, pemimpin Partai Unionis Demokratik yang pro-Inggris, mengatakan melalui X bahwa âsebagai anggota serikat pekerja kami tidak tertarik pada penghancuran negara kami dengan bergabung dengan Republik Irlandiaâ.
Trump tiba di Bandara Dublin sekitar pukul 08.25 waktu setempat (07.25 GMT) dalam operasi pengamanan yang disebut sebagai salah satu yang terbesar di Irlandia dan dilaporkan menelan biaya sekitar 20 juta euro. Sedikitnya 4.000 polisi dan personel keamanan, termasuk penembak jitu, dikerahkan.
Di Dublin, sedikitnya 2.000 orang berunjuk rasa menentang kunjungan Trump pada Sabtu siang. Mereka mengibarkan bendera Palestina, membawa poster, dan meneriakkan âDonald Trump tidak diterima di siniâ, menurut laporan wartawan AFP.
âTrump adalah penghasut perang. Dia tidak berhak berada di negara saya. Dia harus diadili,â kata mahasiswa Cillian Whelan, 19 tahun.
Protes juga berlangsung di Bandara Shannon dan Doonbeg, tempat lapangan golf yang dibeli Trump Organization pada 2014 berada. Polisi mengatakan tiga perempuan berusia 20-an, 30-an, dan 40-an menjalani persidangan setelah ditangkap karena pelanggaran terpisah dan pelanggaran ketertiban umum.
Sekutu Dekat
Sebelumnya di Dublin, Trump bertemu Presiden Irlandia Catherine Connolly yang dikenal sebagai pengkritik kebijakan pemimpin AS tersebut.
âSaya menyampaikan pandangan kuat masyarakat Irlandia bahwa normalisasi perang dan genosida tidak akan pernah bisa diterima,â kata Connolly dalam pernyataan setelah pertemuan.
Trump kemudian bertemu Martin untuk membahas sejumlah isu, termasuk perang Iran, tarif AS terhadap obat-obatan, serta perdagangan dan imigrasi dengan Uni Eropa.
Irlandia dan AS telah lama menjadi sekutu dekat, antara lain karena memiliki hubungan sejarah dan leluhur yang kuat. Namun, kebijakan pemerintah Irlandia dalam sejumlah isu berbeda dengan pemerintahan Trump.Â
- geopolitik dunia
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: AFP, Eko S, Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Terbang 12 Jam Non-stop, Presiden Prabowo Temui Putin Malam Ini, Indonesia Siap Amankan Pasokan Minyak Dunia
-
Pertamina Tambah Fasilitas Dermaga Jetty di Terminal BBM Manggis Bali, Amankan Pasokan BBM Bali-Nusra
-
Pelaku Industri Pariwisata Perlu Siapkan Strategi Mitigasi Krisis untuk Jaga Kepercayaan Wisatawan
-
Trump Mungkin Telah Pilih Satu Kandidat untuk Pimpin The Fed
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.