Pemkab Sampang Gaspol Tekan Stunting, Kelas Ibu Balita Jadi Strategi Utama

Senin, 14 Sep 2026, 00:08 WIB

SAMPANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, Jawa Timur terus berupaya menekan kasus stunting di wilayah itu melalui program kelas ibu balita.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes-KB) Kabupaten Sampang Dwi Herlinda Lusi Harini di Sampanng, Minggu, mengatakan program kelas ibu balita itu sebagai wadah bagi orang tua yang memiliki anak berusia antara 2 hingga 5 tahun untuk memahami banyak hal seputar asupan gizi seimbang dan makanan bergizi guna mencegah stunting.

Ket. Foto: Dokumen kegiatan kelas ibu baiita di Kabupaten Sampang, Jawa Timur. Program ini digelar dalam rangka menekan kasus stunting di wilayah itu. — Sumber: Antara foto/HO-Dinkes Sampang

"Sebab, berdasarkan penelitian yang kami lakukan selama ini, anak yang menderita stunting di Sampang bukan karena miskin, namun karena orang tua mereka tidak mengerti tentang makan makanan bergizi," katanya.

Karena itu, sambung dia, pendidikan kepada para ibu yang memiliki balita penting dilakukan, sehingga menjadi bekal pengetahuan dalam memberikan makanan bergizi pada anak-anak mereka.

Program kelas ibu balita, menurut Herlina, merupakan upaya yang dilakukan Pemkab Sampang melalui masing-masing puskesmas yang ada di Kabupaten Sampang. "Setiap puskesmas kami wajibkan melaksanakan program ini," katanya.

Melalui program ini, Pemkab Sampang juga ingin menekan prevalensi kasus stunting yang dalam tiga tahun terakhir meningkat.

Pada 2023, prevalensi kasus stunting di kabupaten ini terdata 11,2 persen, pada 2024, meningkat menjadi 18,3 persen dan pada 2025, meningkat lagi menjadi 18,5 persen.

"Melalui program kelas ibu balita yang kami lakukan kali ini, kami berharap memasuki 2027 prevalensi stunting bisa turun," kata Herlina.

Kegiatan yang menyasar ibu yang memiliki anak usia 2 hingga 5 tahun tersebut memberikan edukasi tentang keselamatan anak di rumah, penanganan awal saat sakit, pencegahan penyakit, serta pemenuhan gizi seimbang.

Dwi Herlinda, lebih lanjut menjelaskan selain melalui program kelas ibu balita, upaya mencegah stunting juga dilakukan dengan menggerakkan kader posyandu.

"Di Sampang ini, jumlah kader posyandu sebanyak 4.206 orang dengan jumlah kader terlatih sebanyak 3.423 orang," katanya.

Ribuan kader yang tersebar di 180 desa dan kelurahan di 14 kecamatan se-Kabupaten Sampang itu diinstruksikan untuk melakukan pendidikan tentang pentingnya asupan gizi seimbang dengan cara turun langsung dari rumah ke rumah.

"Melalui upaya ini, kami berharap prevalensi kasus stunting bisa sesuai dengan target 14 persen sebagaimana telah ditetapkan pemerintah pusat," katanya.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.