Al-Ahli Hadapi Era Baru untuk Pertahankan Gelar Liga Champions Asia

Senin, 14 Sep 2026, 00:20 WIB

JEDDAH – Al-Ahli mengawali perjuangan mempertahankan gelar Asian Champions League Elite dengan suasana berbeda. Juara bertahan asal Arab Saudi itu akan menghadapi Pakhtakor pada hari Senin (14/9) dengan pelatih baru dan komposisi skuad yang mengalami perubahan cukup besar.

Al-Ahli tidak sekadar memburu gelar. Mereka berambisi mencatat sejarah sebagai klub pertama yang mampu menjuarai kompetisi elite Asia tiga musim berturut-turut.

Ket. Foto: Ilustrasi selebrasi para pemain Al Ahli. — Sumber: AFC

Namun, misi tersebut harus dijalani setelah klub kehilangan sosok penting di kursi pelatih. Matthias Jaissle, yang membawa Al-Ahli meraih dua gelar secara beruntun, meninggalkan klub pada Agustus untuk bergabung dengan Newcastle United di Premier League.

Kepergian Jaissle terjadi ketika Al-Ahli tengah melakukan perombakan besar terhadap skuad.

Salah satu kehilangan terbesar terjadi di lini serang. Riyad Mahrez, mantan winger Manchester City yang menjadi pemain penting dalam dua keberhasilan Al-Ahli menjuarai kompetisi Asia, meninggalkan klub setelah kontraknya berakhir pada Juni.

Al-Ahli juga kehilangan gelandang Franck Kessie yang memutuskan bergabung dengan Atalanta di Serie A.

Kedua pemain tersebut pergi setelah Roberto Firmino lebih dulu meninggalkan klub pada tahun sebelumnya. Situasi itu membuat Al-Ahli melakukan penyegaran besar terhadap skuad demi mempertahankan daya saing, baik di kompetisi domestik maupun Asia.

Sebagai pengganti Jaissle, Al-Ahli menunjuk Marino Pusic. Pelatih asal Bosnia-Herzegovina itu sebelumnya menangani FC Twente dan Shakhtar Donetsk.

Pusic kini mendapat tugas berat untuk menjaga standar yang telah dibangun pendahulunya sekaligus membawa Al-Ahli melewati periode transisi.

Al-Ahli menjadi salah satu dari lima klub Arab Saudi yang tampil pada fase liga Asian Champions League Elite musim ini.

Mereka ditemani empat kali juara Asia, Al-Hilal, juara Liga Arab Saudi Al-Nassr, serta Al-Ittihad dan Al-Qadsiah.

Format kompetisi juga mengalami perubahan. Sebanyak 16 klub dari kawasan Asia Barat dan 16 klub dari Asia Timur akan berkompetisi pada fase liga, meningkat dari 12 klub pada dua musim sebelumnya.

Setiap tim akan memainkan delapan pertandingan pada fase liga. Delapan klub terbaik dari masing-masing wilayah kemudian lolos ke babak 16 besar.

Babak pertama fase gugur akan tetap digelar berdasarkan wilayah. Namun, mulai perempat final, semifinal hingga final, seluruh pertandingan akan dipusatkan di Arab Saudi untuk musim ketiga berturut-turut.

Rangkaian fase akhir dijadwalkan dimulai pada 23 April, sedangkan pertandingan final akan berlangsung pada 1 Mei.

Al-Ahli merupakan juara bertahan setelah musim lalu mengalahkan klub Jepang, Machida Zelvia, dalam pertandingan final di Jeddah.

Ekspansi kompetisi juga memberikan dampak bagi Jepang. J-League kini mengirimkan lima klub, jumlah terbanyak dalam sejarah kompetisi.

Namun, Machida Zelvia tidak termasuk di dalamnya setelah gagal menempati posisi yang memberikan tiket ke kompetisi musim ini.

Jepang akan diwakili juara domestik Kashima Antlers, yang pernah menjuarai kompetisi Asia pada 2018. Mereka ditemani Gamba Osaka, Kyoto Sanga, Kashiwa Reysol dan Vissel Kobe.

Kashima akan memulai perjuangannya dengan menjamu klub Australia, Newcastle Jets.

Sementara itu, Pohang Steelers, yang telah tiga kali menjadi juara Asia, berharap mampu memperbaiki catatan buruk klub-klub Korea Selatan dalam kompetisi tersebut. Mereka akan menghadapi wakil Tiongkok, Beijing Guoan.

Bagi Al-Ahli, pertandingan melawan Pakhtakor bukan sekadar awal perjalanan mempertahankan gelar. Laga tersebut menjadi ujian pertama bagi Pusic dan skuad baru setelah perubahan besar yang terjadi di tubuh klub.

Kepergian Jaissle, Mahrez, Kessie, serta sebelumnya Firmino membuat Al-Ahli memasuki babak baru.

Namun, target mereka tetap sama: mempertahankan mahkota Asia.

Jika berhasil kembali menjadi juara, Al-Ahli akan mencatat sejarah sebagai klub pertama yang mampu memenangkan Asian Champions League Elite tiga kali secara beruntun.

Dengan skuad baru, pelatih baru, dan tekanan sejarah yang semakin besar, perjalanan Al-Ahli musim ini akan menjadi salah satu cerita paling menarik di kompetisi elite Asia.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.