Pastikan Stok BBM Aman, Pemkab Jember Imbau Masyarakat Tidak "Panic Buying"
Rabu, 09 Sep 2026, 14:22 WIBJEMBER â Pemerintah Kabupaten Jember memastikan bahwa stok bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Jember, Jawa Timur aman dan masyarakat diimbau tidak panic buying dengan membeli BBM secara berlebihan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Jember terus berupaya untuk mengantisisasi keterlambatan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sering memicu antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
"Setiap ada hambatan seperti perbaikan jalan atau kemacetan di rute pengiriman dalam distribusi BBM maka di Jember langsung terdampak hingga memicu antrean kendaraan," kata Bupati yang akrab disapa Gus Fawait dalam keterangannya di Jember, Rabu(09/9).
Untuk solusi jangka pendek, lanjut dia, pasokan BBM langsung ditambah atau digelontorkan oleh Pertamina Patra Niaga lebih banyak agar antrean segera terurai.
"Kami sudah melakukan inspeksi mendadak (sidak) di SPBU Gajahmada dan SPBU Gebang pada Selasa (8/9) malam yang bertujuan untuk memantau langsung kondisi pendistribusian BBM dan antrean kendaraan di Jember," katanya.
Ia menjelaskan bahwa gangguan pasokan BBM di Jember dipicu oleh persoalan kelancaran arus lalu lintas pada jalur utama distribusi dari Banyuwangi, sehingga guna memberikan solusi permanen agar kejadian serupa tidak berulang, maka Pemkab Jember telah menyiapkan sejumlah skema jangka panjang.
"Salah satunya adalah berkoordinasi langsung dengan pihak pimpinan Pertamina di Jakarta untuk membuka opsi pasokan BBM dari jalur alternatif karena selama ini, Jember bergantung penuh pada suplai dari Depo Banyuwangi," tuturnya.
Ke depan, Pemkab Jember mendorong agar pengiriman BBM juga bisa ditopang dari daerah lain seperti Surabaya, Malang, atau wilayah terdekat lain. Sehingga strategi diversifikasi suplai itu terbukti sukses diterapkan pada distribusi elpiji yang tetap stabil, meski sempat ada kendala lalu lintas di daerah tetangga.
Selain diversifikasi rute distribusi, Gus Fawait juga menyoroti belum meratanya persebaran SPBU di seluruh wilayah Kabupaten Jember. Dari pemetaan terkini, masih ditemukan beberapa kecamatan yang belum memiliki fasilitas pengisian BBM tersebut.
"Kami akan mengajak para pelaku usaha dan pemilik modal untuk berinvestasi membangun SPBU di kecamatan-kecamatan yang belum terlayani. Langkah itu penting, tidak hanya untuk menjamin pemerataan ketersediaan BBM hingga ke pelosok, tetapi juga dapat menyerap tenaga kerja lokal dan menggerakkan perekonomian daerah," katanya.
Sementara Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Kabupaten Jember Sartini mengatakan stok BBM dipastikan aman karena pihak Pertamina menambahkan kuota BBM baik subsidi maupun nonsubsidi.
"Informasi yang kami terima bahwa BBM yang didistribusikan ke Kabupaten Jember lebih dari 800 kiloliter, sedangkan pada hari normal biasanya distribusinya berkisar 650 kiloliter," ujarnya.
Ia mengatakan jumlah SPBU di Kabupaten Jember sebanyak 41 SPBU, namun ada beberapa kecamatan yang tidak memiliki SPBU karena idealnya ada di setiap kecamatan, sehingga ketika ada keterlambatan distribusi maka menumpuk pada sejumlah SPBU yang menyebabkan antrean panjang.
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Bantuan Air Bersih untuk Desa yang Kekurangan Air di Wilayah Situbondo
-
Pemprov DKI Tertibkan TPS Liar Kramat Jati Lokasi Gugurnya Damkar
-
Revitalisasi Karya Klasik Lewat Penampilan Lansia di Pesta Kesenian Bali
-
Tak Ingin PHK Meluas, Kemenperin Siapkan Langkah Penyelamatan Industri TPT Jepara
-
Momentum Positif Pebalap Indonesia Mario Aji Terhenti saat Q2 Moto2 Inggris akibat Tabrakan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.