Jaga Daya Beli Warga, Pemkot Tanjungpinang Adakan Pasar Murah Selama Dua Hari

Rabu, 09 Sep 2026, 14:32 WIB

TANJUNGPINANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri) berupaya menjaga daya beli masyarakat melalui operasi pasar murah yang digelar selama dua hari, mulai tanggal 9 hingga 10 September 2026.

"Operasi pasar murah jadi salah satu upaya pemerintah memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdagin) Tanjungpinang, Riany, saat memantau lokasi pasar murah di halaman Gedung Tengku Mandak, Bintan Centre, Rabu (09/9).

Ket. Foto: Warga belanja bahan pokok melalui pasar murah di halaman Gedung Tengku Mandak, Bintan Centre, Kota Tanjungpinang, Kepri, Rabu (9/9/2026). — Sumber: ANTARA

Riany menjelaskan pemilihan lokasi di Gedung Tengku Mandak mempertimbangkan kemudahan akses masyarakat, karena berdekatan dengan kawasan Pasar Bintan Centre sehingga mempermudah masyarakat datang lokasi operasi pasar sekaligus memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Ia menyebut berbagai kebutuhan pokok yang dijual di pasar murah ditawarkan dengan harga di bawah harga pasar. Salah satunya minyak goreng Minyak Kita yang dijual dengan harga Rp15.000 per liter, sementara harga di pasar untuk ukuran yang sama sekitar Rp15.700 per liter.

"Selain minyak goreng, ada juga beras, telur, tepung hingga daging beku. Semuanya berada di bawah harga pasar," ungkap Riany.

Ia menambahkan masyarakat masih memiliki kesempatan untuk memanfaatkan operasi pasar murah tersebut hingga Kamis (10/9). Pelaksanaan selama dua hari ini dimaksudkan agar masyarakat memiliki waktu yang lebih leluasa untuk berbelanja.

Dia berharap operasi pasar murah dapat dimanfaatkan masyarakat dengan sebaik-baiknya. Selain membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga, kegiatan ini diharapkan ikut menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok dan mendukung stabilitas harga di Tanjungpinang.

"Pemkot bersama Bank Indonesia terus berupaya menghadirkan pasar murah guna membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dapur dengan harga lebih terjangkau," ucap Riany.

Sementara, salah seorang ibu rumah tangga Yulia Siregar mengaku sangat senang dengan adanya operasi pasar murah, karena harga kebutuhan pokok yang ditawarkan cukup membantu masyarakat, terutama di tengah kebutuhan rumah tangga yang terus berjalan.

Ia menilai adanya selisih harga dengan harga di pasar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang berbelanja.

Yulia berbelanja satu pack beras SPHP Bulog kemasan lima kilogram seharga Rp58.000, sedangkan harga di pasaran berkisar Rp61.000 sampai Rp62.000 per kemasan serupa.

"Saya sangat senang dengan adanya pasar. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini bisa lebih sering diadakan ke depannya," ujar Yulia yang berdomisili di Pulau Dompak.

  • pemkot tanjungpinang
  • pasar murah

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.