Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bencana Bisa Datang Kapan Saja, PABI Siapkan Dokter Bedah untuk Kondisi Darurat

📅 Senin, 28 Sep 2026, 04:27 WIB | Oleh:
Bencana Bisa Datang Kapan Saja, PABI Siapkan Dokter Bedah untuk Kondisi Darurat Doc: Antara foto
Ket. Ketua Umum PP PABI dr. Heri Setyanto saat menghadiri acara Pelantikan Pengurus PABI Yogyakarta periode 2026-2029 di Hotel Grand Rohan, Kabupaten Bantul, DIY, Minggu (27/9).

YOGYAKARTA - Pengurus Pusat Perhimpunan Ahli Bedah Indonesia (PABI) menyatakan siap membantu pemerintah menangani pasien korban bencana di berbagai daerah di Indonesia.

Ketua Umum PP PABI dr. Heri Setyanto di Bantul, Minggu, mengatakan dokter ahli bedah telah dibekali pendidikan penanganan trauma dan manajemen pasien untuk mendukung penanganan korban bencana.

"Kami mempunyai gelar tambahan baru, Spesialis Bedah Emergency dan Traumatologi. Setiap ada bencana pasti ada anggota kita yang di sana," katanya.

Heri mengatakan PABI telah bekerja sama dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Pusat Krisis Nasional, dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) dalam penanganan korban bencana.

"Kami dokter ahli bedah ini sudah dididik untuk kegiatan-kegiatan yang bersifat menangani pasien-pasien dengan life saving," ujarnya.

Menurut dia, dokter bedah memiliki kemampuan menangani pasien terdampak bencana yang mengalami trauma, termasuk dalam kondisi yang membutuhkan tindakan penyelamatan jiwa.

"Dokter bedah tetap menjadi leader, pemimpin untuk kasus-kasus traumatik, multiple trauma," katanya.

Heri menyebutkan jumlah anggota PABI secara nasional sekitar 4.500 dokter bedah yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Menurut dia, jumlah tersebut didukung oleh sumber daya manusia dari 25 institusi pendidikan bedah yang ada di Indonesia.

"Dulunya hanya 19, sekarang ditambah dengan hospital-based dan ada institusi pendidikan bedah yang baru," ujarnya.

Namun, Heri mengatakan persebaran dokter bedah di Indonesia masih menjadi tantangan karena belum merata, terutama di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

"Ini memang sudah diatasi oleh Kementerian Kesehatan melalui kerja sama juga dengan Kolegium Bedah dan PABI, cuma ada beberapa daerah yang memang (dokter bedah) tidak bisa menetap di situ," katanya.

Pemerataan dokter bedah tetap diperlukan agar masyarakat di seluruh wilayah Indonesia dapat memperoleh layanan bedah, termasuk ketika terjadi bencana.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...

Memperingati 24 Tahun HBKB Jakarta

17 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Memperingati 24 Tahun HBKB ...
Advertisement
India Utara Direndam Banjir Besar, 56 Orang Tewas

India Utara Direndam Banjir Besar, 56 Orang Tewas

27 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.