Pemda DIY Ajak Investor Industri Kopi Kedepankan Investasi Berkelanjutan

Sabtu, 05 Sep 2026, 19:30 WIB

YOGYAKARTA – Pemerintah Daerah (Pemda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) mendorong ekosistem industri kopi di Yogyakarta mengedepankan konsep sustainable investment atau investasi berkelanjutan melalui falsafah Hamemayu Hayuning Bawono.

Kepala DPMPTSP DIY, Ghofar Ismail, di Bantul, Sabtu (05/9), mengatakan komoditas kopi menjadi salah satu peluang promosi investasi dan bisnis di Yogyakarta, terutama karena industri kopi sesuai dengan konsep investasi lestari.

Ket. Foto: Salah satu stand penjual kopi di perhelatan Jogja Coffee Week yang digelar di Gedung Jogja Expo Center, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (5/9/2026). — Sumber: ANTARA

"Di Yogja, kami memiliki filosofi dalam bahasa Jawa, Hamemayu Hayuning Bawono, yakni hubungan antara manusia dengan Tuhan, hubungan antara manusia dengan lingkungan, dan hubungan antarmanusia," katanya.

Menurut dia, dari konsep tersebut, komoditas kopi menjadi industri yang tepat untuk menjaga prinsip tersebut sekaligus menciptakan keseimbangan antara hubungan manusia dengan Tuhan, lingkungan, dan sesama manusia.

"Dengan mengembangkannya industri kopi di Yogyakarta, kita secara langsung menerapkan filosofi Hamemayu Hayuning Bawono dalam praktik nyata," ujar dia.

Menurut dia, konsep sustainable investment atau investasi lestari dapat tercapai dalam industri kopi melalui keselarasan dengan konsep Hamemayu Hayuning Bawono, yakni hubungan manusia dengan alam, pemberdayaan masyarakat, serta keseimbangan spiritual dan moral.

"Mendukung kopi berarti mendorong kemandirian ekonomi, melestarikan warisan budaya, dan menyalurkan kesejahteraan secara langsung ke tingkat akar rumput," katanya.

Industri kopi dinilai dapat berjalan secara sinergis dengan lingkungan dan tidak mengekstraksi sumber daya yang merusak seperti industri pertambangan berat. Sebaliknya, industri kopi mendukung penghijauan, konservasi tanah, dan pengelolaan lahan berkelanjutan di lereng Merapi dan seluruh wilayah.

"Aktivitas vulkanik memperkaya tanah di sekitar lereng Merapi dengan abu yang kaya mineral hingga menciptakan lahan yang sangat subur, sangat ideal untuk membudidayakan kopi Arabika dan Robusta berkualitas tinggi," katanya.

Ia mengajak para investor untuk berkolaborasi dengan terus menjaga prinsip menghormati lingkungan hidup serta mempromosikan kesejahteraan masyarakat.

"Investasi yang tidak hanya dibangun di atas keuntungan ekonomi, tetapi juga di atas keberlanjutan, pemberdayaan masyarakat, dan rasa hormat terhadap alam," ujar dia.

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.