Perum Bulog Aceh Pantau Harga dan Ketersediaan Beras di Pasaran

Sabtu, 05 Sep 2026, 18:37 WIB

BANDA ACEH – Perum Bulog Kantor Wilayah Aceh melakukan pemantauan langsung terhadap harga dan ketersediaan beras di sejumlah pasar guna memastikan persediaan tetap terjaga dan aman.

"Pemantauan tersebut merupakan bagian dari kegiatan serentak yang dilaksanakan Perum Bulog di seluruh provinsi di Indonesia untuk memperoleh gambaran terkini mengenai kondisi harga, pasokan, dan ketersediaan beras di pasar," kata Pemimpin Perum Bulog Kanwil Aceh, Budi Sultika di Banda Aceh, Sabtu (05/9).

Ket. Foto: Pemimpin Perum Bulog Kanwil Aceh, Budi Sultika meninjau langsung persediaan beras dan harga di sejumlah pasar di Banda Aceh, Sabtu. — Sumber: ANTARA

Ia menjelaskan pemantauan pasar diperlukan untuk memastikan kondisi stok pangan yang tersedia di gudang sejalan dengan kondisi ketersediaan beras di lapangan.

Adapun harga beras kemasan 5 kilogram dari Rp80 ribu sampai Rp88 ribu per kemasan dan beras SPHP Rp62 ribu isi 5 kilogram.

“Kami ingin memastikan secara langsung bagaimana kondisi di pasar, baik dari sisi harga maupun ketersediaan. Informasi dari pedagang menjadi penting bagi kami untuk melihat kondisi aktual dan menentukan langkah yang diperlukan dalam menjaga stabilitas pangan,” kata Budi Sultika.

Bulog memiliki peran dalam menjaga ketersediaan pangan pemerintah sekaligus mendukung stabilitas harga di tengah masyarakat.

Karena itu, pemantauan kondisi pasar dilakukan untuk mengetahui perkembangan yang terjadi hingga tingkat konsumen.

Ia menambahkan, ketersediaan beras di pasar terus menjadi perhatian, terutama untuk memastikan kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi secara berkelanjutan.

Bulog Kanwil Aceh juga memastikan stok beras yang berada di gudang dalam kondisi aman. Ketersediaan tersebut menjadi salah satu dukungan bagi pelaksanaan berbagai program pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.

Pihaknya juga akan terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait untuk memantau perkembangan pangan di Aceh.

“Pemantauan pasar yang dilakukan secara serentak oleh Perum Bulog di berbagai provinsi tersebut menjadi bagian dari langkah perusahaan dalam memperkuat pengawasan kondisi pangan dari hulu hingga hilir," katanya.

Bulog Kanwil Aceh menyatakan siap mendukung kebijakan pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan daerah melalui pengelolaan stok, penyaluran komoditas pangan, serta pelaksanaan program stabilisasi harga sesuai kebutuhan masyarakat.

Bulog juga berharap dengan pemantauan yang dilakukan tersebut dapat memperoleh informasi yang lebih akurat mengenai kondisi pangan di lapangan sehingga langkah antisipasi dapat dilakukan secara cepat apabila terjadi perubahan signifikan terhadap harga maupun ketersediaan beras.

Perum Bulog mengerahkan jajaran di seluruh Indonesia untuk turun langsung ke pasar secara serentak guna memastikan ketersediaan pasokan sekaligus menjaga harga beras dan kebutuhan pokok tetap terkendali.

Operasi Pasar menjadi langkah konkret Bulog dalam memperkuat stabilisasi pangan, dengan memastikan kondisi pasar dipantau langsung dari lapangan sehingga setiap potensi kenaikan harga maupun gangguan pasokan dapat diantisipasi dan ditangani sedini mungkin.

Operasi pasar serentak tersebut diawali dengan koordinasi nasional melalui video conference (Zoom) yang dipimpin langsung Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani bersama Direktur SPHP Badan Pangan Nasional Maino Dwi Hartono serta seluruh Pemimpin Wilayah dan Pemimpin Cabang Bulog.

Ia menambahkan, langkah tersebut didukung dengan kondisi stok beras pemerintah per 5 September 2026, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog tercatat sekitar 4,9 juta ton dan tersebar di jaringan pergudangan seluruh Indonesia.

Di sisi hilir, penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Periode 2026 hingga 5 September 2026 telah mencapai sekitar 756 ribu ton.

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.