- Home
-
- Luar Negeri
-
- Jepang Peringatkan Risiko ...
Jepang Peringatkan Risiko Gempa Dahsyat Lain Seminggu Mendatang Usai Gempa M7,7
Selasa, 21 Apr 2026, 08:15 WIBTOKYO - Gempa bumi dahsyat berkekuatan M7,7 mengguncang wilayah timur laut dan utara Jepang pada hari Senin (20/4), menyebabkan tsunami hingga 80 sentimeter di pantai Pasifik di wilayah tersebut. Badan meteorologi memperingatkan kewaspadaan di tengah meningkatnya risiko gempa kuat lainnya dalam seminggu mendatang.
Kyodo melaporkan, peringatan tsunami yang dikeluarkan untuk daerah-daerah di sepanjang pantai di prefektur Hokkaido, Aomori, dan Iwate kemudian diturunkan menjadi imbauan. Tepat sebelum tengah malam, imbauan tersebut, bersama dengan imbauan untuk prefektur Miyagi dan Fukushima, dicabut.
Tsunami setinggi 80 cm mencapai pelabuhan Kuji di Prefektur Iwate pada pukul 17.34, sekitar 40 menit setelah gempa, menurut Badan Meteorologi Jepang, yang awalnya memperkirakan gelombang tsunami hingga 3 meter.
Setelah gempa terjadi di lepas pantai Sanriku di Iwate, badan tersebut mengeluarkan peringatan khusus selama seminggu yang mencakup 182 kotamadya di tujuh prefektur dari Hokkaido hingga Chiba karena meningkatnya risiko gempa kuat lainnya.
Ini menandai kali kedua peringatan tersebut dikeluarkan sejak sistem mulai beroperasi pada Desember 2022. Pertama kali terjadi pada Desember tahun lalu, menyusul gempa bumi berkekuatan M7,5 di lepas pantai timur Prefektur Aomori.
Sistem peringatan yang disebut "Off the Coast of Hokkaido and Sanriku Subsequent Earthquake Advisory" (Peringatan Gempa Bumi Lanjutan di Lepas Pantai Hokkaido dan Sanriku) ini didasarkan pada pelajaran yang dipetik dari gempa bumi dahsyat berkekuatan M9,0 yang menghancurkan Jepang timur laut pada 11 Maret 2011, diikuti oleh gempa berkekuatan M7,3.
Peringatan semacam itu dikeluarkan setelah gempa di daerah tersebut dengan magnitudo yang dikonfirmasi sebesar 7,0 atau lebih, dan ketika badan tersebut menilai adanya peningkatan kemungkinan terjadinya gempa dengan magnitudo minimal 8,0 dalam tujuh hari ke depan. Peningkatan kemungkinan tersebut, menurut badan meteorologi, sekitar satu banding 100, dibandingkan dengan satu banding 1.000 pada waktu normal.
Kantor Kabinet mendesak masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang salah, baik disengaja maupun tidak, tentang prediksi gempa bumi. Mereka juga menyerukan kepada masyarakat untuk tidak menimbun makanan melebihi kebutuhan mereka.
Gempa yang terjadi pukul 16.52 itu terjadi di bawah dasar laut pada kedalaman 19 kilometer, dan tercatat berkekuatan 5 skala intensitas seismik Jepang (SSM) dari 7, menurut lembaga tersebut. Getaran gempa juga dirasakan di beberapa bagian Tokyo.
Level 5 ke atas digambarkan sebagai level di mana orang merasa kesulitan berjalan tanpa berpegangan pada sesuatu.
Seorang wanita berusia 80-an jatuh saat mengungsi dari rumahnya di Urakawa, Hokkaido, kemungkinan mengalami patah lengan, kata pihak berwenang. Sementara itu, seorang pria berusia 80-an dilaporkan mengalami patah kaki di tempat parkir supermarket di Morioka, Prefektur Iwate. Seorang wanita berusia 20-an di Tohoku, Prefektur Aomori, terbentur kepalanya ke kursi, menurut pihak berwenang.
Menurut operatornya, tidak ada anomali yang dilaporkan di pembangkit nuklir Higashidori atau Onagawa, yang masing-masing terletak di prefektur Aomori dan Miyagi, atau di pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Daiichi atau Daini di prefektur Fukushima.
Tidak ada anomali yang dilaporkan di fasilitas penyimpanan sementara bahan bakar nuklir bekas di Mutsu, Prefektur Aomori.
Berbicara kepada wartawan di kantornya, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mendesak warga di daerah yang terkena gempa untuk mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.
Hingga pukul 20.15, sebanyak 182.181 orang dari lima prefektur Hokkaido, Aomori, Iwate, Miyagi, dan Fukushima telah diperintahkan untuk dievakuasi, menurut Badan Manajemen Kebakaran dan Bencana.
JR East mengatakan telah melanjutkan layanan kereta cepat Tohoku Shinkansen antara stasiun Tokyo dan Shin-Aomori pada Senin malam, setelah penangguhan sekitar empat jam yang memengaruhi sekitar 32.000 orang. Kereta akan beroperasi sesuai jadwal mulai Selasa pagi, kata operator tersebut.
Awalnya, magnitudo gempa diperkirakan sebesar 7,4 pada kedalaman 10 km, tetapi kedua angka tersebut kemudian direvisi.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Gempa Kuat M7,8 Guncang Selatan Filipina dan Sulawesi Utara, Peringatan Tsunami Dikeluarkan
-
Gempa M5,9 Mengguncang Nias Utara Minggu Dini Hari
-
Bolaang Mongondow Diguncang Gempa 5,7 Magnitudo
-
DPR Minta Penegakan Hukum Profesional Kasus di Daycare Yogyakarta
-
Main Film Horor, Sal Priadi Ciptakan Lagu Saat Syuting "Monster Pabrik Rambut"
-
Mobil Listrik Ditinggal Lama? Pakar ITB Sarankan Lepas Terminal Aki dan Jaga Baterai 40–60 Persen
-
Nadiem Makarim. Tuntutan 15 Tahun Ibrahim Arif Tak Masuk Akal, "Ibam is One of Us"
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.