Destinasi Olahraga Kebugaran Mulai Dijual sebagai Aset Wisata
Jumat, 04 Sep 2026, 12:09 WIBJAKARTA â Apakah ini sebuah terobosan atau kekurangan destinasi, di mana kebugaran akan dijual sebagai tujuan piknik. Kementerian Pariwisata memetakan potensi dan ekosistem wisata kebugaran dalam upaya untuk memperkuat daya saing layanan pariwisata serta mendorong pengembangan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.
Pelaksana Tugas Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata Rizki Handayani dalam Rapat Koordinasi dan Identifikasi Peluang Pengembangan Wisata Wellness Indonesia" di Jakarta, Kamis (3/9), menyampaikan bahwa wisata kebugaran berpotensi menjadi kekuatan pariwisata Indonesia.
"Wellness ini salah satu produk wisata yang memberi enlightenment bagi wisatawan. Ketika mereka pulang dari Indonesia, mereka merasa tercerahkan setelah menjalani terapi atau merasakan alam Indonesia," katanya dalam keterangan pers kementerian yang dikonfirmasi di Jakarta pada Jumat.
Rizki mengemukakan bahwa pengembangan ekosistem usaha wisata kebugaran perlu dilakukan secara komprehensif dan terintegrasi dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan terkait.
Oleh karena itu, Kementerian Pariwisata berupaya mengembangkan wisata kebugaran berkualitas berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan terkait.
Pengembangan wisata kebugaran akan dilakukan dengan melibatkan Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Asosiasi SPA Indonesia (ASPI), Perkumpulan Pengelola Klinik Kecantikan dan Estetika Indonesia (PRASTIKA), Perhimpunan Pengusaha Pusat Kebugaran Indonesia (PPPKI), Bali Spa & Wellness Association (BSWA), serta para pelaku usaha wisata kebugaran.
Rizki menyampaikan bahwa Kementerian Pariwisata sedang menyusun katalog usaha kebugaran Indonesia, yang selanjutnya akan diintegrasikan ke dalam basis data Indonesia Travel.
Penyusunan katalog yang diharapkan bisa memudahkan wisatawan memperoleh informasi mengenai produk dan layanan kebugaran di berbagai daerah itu merupakan bagian dari pemetaan potensi dan ekosistem wisata kebugaran.
Pemerintah mendorong pengembangan usaha wisata kebugaran yang terintegrasi, berkualitas, berkelanjutan, serta menunjukkan kekhasan Indonesia.
Kementerian Pariwisata akan menggandeng pelaku usaha perhotelan, layanan perjalanan wisata, serta penyelenggara pameran untuk memperkuat ekosistem usaha wisata kebugaran dari hulu hingga hilir.
Rizki mengatakan bahwa kekayaan alam, budaya, serta tradisi kebugaran di berbagai daerah merupakan modal penting untuk menghadirkan pengalaman wisata kebugaran khas yang berkualitas.
Pengembangan wisata kebugaran dan diferensiasi produk layanan pariwisata diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan usaha pariwisata di Indonesia dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Kemensos Bedah 50 Rumah Tak Layak Huni di Natuna, Warga Kurang Mampu Terima Bantuan Rp20 Juta
-
Pemakaman Gratis di TPU DKI Jakarta: Distamhut Tegaskan Tidak Ada Tuduhan Pungli ke RT/RW
-
Ruang Fiskal Menyempit, Investasi Asing Makin Krusial
-
JFC 2026 Ajak Bangun Hubungan Harmonis antara Manusia dan Alam
-
Festival Budaya Pertjon di Tangerang Meriah, Warga Antusias Ambil Kain Merah dan Air di Perahu Keramat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.