Syukurlah, Lima Orangutan Hasil Rehabilitasi Mulai Sehat
Jumat, 04 Sep 2026, 12:30 WIBJAMBI â Kondisi total orangutan terus menyusut karena diburu dan terbakar. Beruntunglah lima orangutan yang direhabilitasi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi mulai sehat. Petugas merehabilitasi lima Orangutan Sumatera (Pongo abelii)hasil penyelamatan dari Provinsi Riau dan Sumatera Utara (Sumut).
"Yang diserahkan ini jenis Orangutan Sumatera, sudah satu pekan. Saat ini ada di stasiun rehabilitasi kita, sedang dilakukan perawatan," kata Kepala BKSDA Jambi Himawan Sasongko di Jambi, Jumat.
Himawan menjelaskan dari lima satwa tersebut, empat diantaranya berasal dari Pusat Karantina Rehabilitasi Orangutan (PKRO) Sumut, hasil penyelamatan dari Kabupaten Langkat dan Padang Lawas, satu lainnya penyelamatan dari Kota Dumai (Riau).
Saat ini lima satwa dilindungi itu telah berada stasiun rehabilitasi Open Orangutan Sanctuary (OOS) di wilayah Danau Alo, Kecamatan Renah Mendaluh, Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Menurut dia, lima satwa itu dipindahkan karena Jambi memiliki fasilitas serta jenjang pendidikan lanjutan yang memadai untuk proses rehabilitasi Orangutan Sumatera sebelum siap dilepasliarkan.
Di stasiun itu, orangutan akan menjalani pelatihan sekolah lanjutan untuk mengasah kembali sifat liar dan daya tahan hidup mereka yang sempat memudar akibat interaksi dengan manusia, seperti bekas peliharaan atau hasil penertiban.
Menurutnya, masa adaptasi setiap individu orangutan berbeda-beda, berkisar berbulan-bulan bulan, tergantung riwayat hidup dan tingkat ketangkasan masing-masing individu.
Setelah masa adaptasi, rencananya BKSDA Jambi akan melakukan pelepasliaran di kawasan kawasan perbatasan antara Taman Nasional Bukit Tigapuluh dan hutan produksi, di Kabupaten Tebo atau di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Pelepasliaran satwa tersebut bertujuan menambah jumlah populasi Orangutan Sumatera di habitat alaminya hingga mencapai batas optimal, termasuk membantu proses pemulihan dan regenerasi ekosistem hutan secara alami melalui peran orangutan sebagai penyebar benih tanaman.
"Kami selalu monitor, kondisinya (orangutan) baik, setelah sifat liarnya kembali alami, akan kita lepasliarkan di Taman Nasional Bukit Tigapuluh," ungkap Himawan.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Update Harga BBM Pertamina, Shell, BP, dan Vivo Agustus 2026
-
Meta Luncurkan Muse Code, AI Coding Baru Penantang OpenAI dan Anthropic
-
Perkuat Riset dan Inovasi, BRIN Gandeng UGM Kembangkan Teknologi Benih Bawang Putih Sehat
-
Klasemen Grub B Piala AFF: Ini Posisi Timnas Thailand Usai Kalahkan Malaysia 2-0
-
BP Tapera Terus Akselerasi Penyaluran Pembiayaan Rumah bagi MBR
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.