Bandara Husein Sastranegara Sambut Lonjakan Wisatawan, Siapkan Ruang UMKM Tangkap Peluang Ekonomi
Jumat, 04 Sep 2026, 15:15 WIBBANDUNG - Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, menyiapkan ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menangkap peluang ekonomi dari meningkatnya trafik penerbangan, terutama setelah bandara tersebut dioptimalkan untuk melayani penerbangan domestik lintas pulau dan internasional.
General Manager Bandara Husein Sastranegara Granito W Hindrawan mengatakan peluang tersebut semakin terbuka seiring bertambahnya rute dan tingginya permintaan penerbangan menuju sejumlah destinasi wisata, salah satunya Denpasar, Bali.
âKalau saat ini rute yang paling tinggi itu rute ke Denpasar. Denpasar itu bisa sampai 97-98 persen, sering sekali 100 persen,â ujarnya dalam konferensi pers di Bandung, Jumat.
Saat ini Bandara Husein melayani sejumlah penerbangan menggunakan pesawat jet maupun propeller. Garuda Indonesia melayani rute Denpasar, sedangkan Citilink melayani Denpasar, Kualanamu, Balikpapan, Surabaya, dan Palembang. Adapun Susi Air melayani rute Halim Perdanakusuma dan Pangandaran.
Penambahan konektivitas juga akan dilakukan melalui maskapai Super Air Jet yang direncanakan mulai beroperasi pada 18 September dengan tujuan Kualanamu, Pekanbaru, Ujung Pandang, Pontianak, Denpasar, dan Balikpapan.
Dengan tambahan tersebut, total terdapat sekitar 10 rute penerbangan yang akan dilayani dari dan menuju Bandara Husein Sastranegara.
Granito mengatakan peningkatan konektivitas tersebut juga perlu diikuti kesiapan ekosistem ekonomi di Bandung, khususnya sektor pariwisata dan UMKM.
Ia mengatakan, pihak bandara telah berkoordinasi dengan Paguyuban Pasar Baru yang menaungi sekitar 4.500 pedagang. Pelaku usaha tersebut dinilai dapat menjadi salah satu penerima manfaat dari peningkatan kunjungan wisatawan ke Bandung.
âTeman-teman di Paguyuban Pasar Baru itu kami juga rapat. Kurang lebih mereka membawa sekitar 4.500 pedagang. Itu support banget karena mereka sudah kebayang bahwa akan ada peningkatan ekonomi yang bisa terjadi dengan adanya penerbangan internasional,â katanya lagi.
Selain pedagang, pihak bandara juga menggandeng asosiasi hotel dan pelaku usaha perjalanan untuk menyiapkan paket wisata yang dapat ditawarkan kepada calon wisatawan.
Koordinasi dilakukan antara lain dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Riung Priangan sebagai asosiasi hotel, serta pelaku usaha travel dan perhotelan.
"Beberapa juga sudah menyatakan minat untuk misalnya berpromosi di bandara dan lain-lain,â ujarnya.
Sementara itu, ruang khusus UMKM juga telah disiapkan di area Bandara Husein Sastranegara. Pengelolaan area tersebut nantinya akan dikoordinasikan dengan Pemerintah Kota Bandung, termasuk proses kurasi produk dan pelaku usaha.
Langkah tersebut diharapkan membuat peningkatan trafik penerbangan tidak hanya berdampak pada jumlah penumpang, tetapi juga menciptakan efek berganda bagi sektor perdagangan, akomodasi, perjalanan wisata, dan ekonomi kreatif di Bandung.
âUntuk mendukung UMKM karena Bandung adalah kota kreativitas dan kota kolaborasi. Itu salah satu yang dikedepankan oleh pemerintah kota dan kita support sepenuhnya,â demikian Granito. Ant
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Program Magang Nasional 2026 Target 150.000 Peserta, 30 Persen Berpeluang Langsung Direkrut Kerja
-
Cegah Kemacetan Panjang, Polisi Siapkan Rekayasa Lalin Pakansari Saat Laga Indonesia vs Vietnam
-
Aceh Berhasil Rehabilitasi 40.852 Hektare Persawahan Pascabencana, Sisa Kerusakan Terus Dipulihkan.
-
Gubernur Jabar: Reaktivasi Bandara Husein Bakal Dongkrak Pariwisata di Kota Bandung
-
Bantuan Sosial Polda Riau Banyak Meringankan Warga
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.