Menkomdigi Buka Jalan Investasi Baru, Strategi Berkelanjutan Dibahas Bareng Microsoft
Jumat, 25 Sep 2026, 19:15 WIBJAKARTA â Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid dalam pertemuan dengan pimpinan raksasa teknologi global Microsoft membahas lebih lanjut strategi perusahaan itu melakukan investasi berkelanjutan di Indonesia.
Microsoft pada 2024 diketahui telah mengumumkan komitmen investasi sebesar 1.7 miliar dolar AS (setara Rp27,6 triliun pada 2024) di Indonesia dan Meutya mengatakan investasi tersebut harus memberikan manfaat jangka panjang bagi kapasitas teknologi Indonesia.
"Kami berharap Indonesia dapat semakin menjadi bukan hanya pasar penting bagi Microsoft, tetapi juga pusat strategis infrastruktur digital dan inovasi di kawasan," kata Meutya dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Jumat (25/9).
Menurut Meutya, pertumbuhan ekonomi digital Indonesia membutuhkan infrastruktur yang semakin tangguh, inklusif, dan mampu mendukung kebutuhan masyarakat serta industri. Oleh karena itu, pemerintah berharap Microsoft dapat melihat Indonesia tidak hanya sebagai pasar, tetapi juga sebagai bagian dari pusat pengembangan infrastruktur dan inovasi digital di kawasan.
Selain investasi teknologi dalam bentuk infrastruktur, investasi teknologi idealnya berjalan bersama peningkatan kapasitas nasional.
Kolaborasi dengan Microsoft diharapkan membuka lebih banyak ruang bagi institusi, pelaku usaha, pengembang, dan perusahaan teknologi Indonesia untuk mengembangkan kemampuan serta memanfaatkan keahlian teknologi global.
Kerja sama tersebut mencakup AI, teknologi cloud, keamanan siber, dan tata kelola teknologi yang bertanggung jawab.
Pemerintah juga mendorong keterkaitan antara pengembangan keterampilan digital dan kebutuhan industri agar talenta yang dihasilkan memiliki akses terhadap peluang kerja dan pengembangan karier di sektor digital.
"Tujuan kami bukan hanya meningkatkan jumlah masyarakat yang memiliki keterampilan digital, tetapi juga mengembangkan lebih banyak pengembang, inovator, insinyur, dan pemimpin digital Indonesia," tutur Meutya.
Dalam pengembangan AI, pemerintah juga menyampaikan langkah Indonesia menyiapkan kerangka tata kelola AI nasional melalui rancangan Peraturan Presiden tentang Peta Jalan dan Etika AI. Kerangka tersebut diarahkan untuk memberikan kepastian bagi pengembangan AI yang etis, aman, inklusif, dan bertanggung jawab.
Kami ingin memastikan bahwa regulasi tidak menghambat inovasi, tetapi, justru memberikan perlindungan dan kepastian yang tepat agar AI dapat berkembang secara bertanggung jawab," kata Meutya menjelaskan.
Pembahasan juga mencakup pelindungan anak di ruang digital dan implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS).
Meutya mengajak Microsoft memperkuat kolaborasi melalui penerapan prinsip keamanan sejak tahap perancangan teknologi serta pengembangan teknologi yang bertanggung jawab.
"Ke depan, kami ingin memperdalam komitmen Microsoft terhadap Indonesia melalui investasi infrastruktur digital, transfer teknologi dan pengetahuan, pengembangan talenta digital, serta kolaborasi yang lebih kuat untuk menciptakan lingkungan digital yang lebih aman bagi anak-anak Indonesia,â ujar Meutya.
Kemitraan dengan perusahaan itu diharapkan dapat berkontribusi pada agenda Indonesia menuju Indonesia Emas 2045 melalui peningkatan kapabilitas dan daya saing digital nasional.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Microsoft Teams Luncurkan Fitur Keamanan Otomatis, Blokir Chat Beresiko
-
TKDN Diperbarui, Industri Nasional Dijanjikan Lebih Kompetitif
-
Insiden Maybrat: Dua Prajurit TNI Angkatan Laut Gugur, Gubernur Papua Barat Daya Angkat Bicara
-
Windows 11 Bakal Dapat Update Fitur Besar Lagi Setelah 25H2, Fitur AI Bikin PC Kamu Lebih Pintar
-
Sejarah dan Lokasi Makam Imogiri, Tempat Dimakamkannya Raja Solo Paku Buwono XIII
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.