Bantul Siapkan Survei Berkala untuk Pantau Distribusi Makan Bergizi Gratis
Jumat, 25 Sep 2026, 18:45 WIBBANTUL -- Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), akan memantau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah melalui survei yang dilakukan secara berkala. Evaluasi tersebut akan mencakup ketepatan waktu pengiriman, kondisi makanan hingga tingkat penerimaan siswa terhadap menu yang disajikan.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Bantul Hermawan Setiaji mengatakan survei mulai dilaksanakan September tahun ini. Hasilnya akan menjadi masukan bagi Badan Gizi Nasional (BGN), terutama untuk melihat kualitas layanan MBG dari sisi penerima manfaat.
âIntinya pada pelaksanaan dan kualitas layanan. Misalnya ketepatan waktu kedatangan, kondisi kemasan, kebersihan makanan, memastikan makanan yang diterima benar-benar dengan kualitas yang terbaik,â ucapnya di Bantul, Jumat.
Menurut Hermawan, pengumpulan data dilakukan menggunakan Google Form. Kepala sekolah dan operator dari masing-masing penyedia MBG akan mengisi formulir tersebut dengan informasi terkait waktu makanan tiba di sekolah hingga kapan makanan mulai dikonsumsi siswa.
âMisalnya di satu sekolah makanan itu seharusnya datang jam 08.00 WIB. Nanti ketepatan waktunya itu dinilai dari sangat bagus, bagus, atau malah buruk,â kata dia.
Ia mengatakan survei kepuasan penerima manfaat sebelumnya telah dilakukan oleh Satgas DIY dan hasil pelaksanaannya dinilai berjalan baik. Data tersebut memungkinkan Satgas DIY menyusun rekomendasi secara lebih menyeluruh untuk disampaikan kepada BGN secara rutin.
âSeperti di titik-titik mana saja yang sudah bagus, mana yang belum, termasuk rekomendasinya apa itu kelihatan melalui survei itu,â katanya.
Di Bantul, pemantauan akan diarahkan untuk melihat efektivitas distribusi makanan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menuju sekolah-sekolah penerima manfaat. Selain ketepatan waktu, survei juga akan mengukur sejumlah parameter lain yang berkaitan dengan penerimaan makanan oleh siswa.
âDatangnya itu tepat waktu enggak? Kemudian nanti ada parameter-parameter yang lain, termasuk kesukaan terhadap menu,â katanya.
Survei kepuasan tersebut direncanakan berlangsung setiap tiga bulan. Hasil pengumpulan data selanjutnya disampaikan kepada BGN sebagai bahan evaluasi pelaksanaan MBG dari perspektif penerima manfaat.
Hermawan mengatakan salah satu indikator tambahan yang akan dimasukkan dalam survei adalah jumlah makanan yang tidak dikonsumsi siswa dalam satu hari. Data tersebut diharapkan memberikan gambaran mengenai penerimaan siswa terhadap makanan yang disediakan.
âTermasuk di parameter survei nanti akan kita tambahkan salah satunya adalah makanan yang tidak dimakan dalam sehari itu berapa rata-ratanya,â katanya.
Melalui pemantauan berkala tersebut, Pemkab Bantul ingin mengetahui apakah distribusi makanan dari SPPG ke sekolah telah berlangsung sesuai ketentuan sekaligus memastikan makanan diterima dan dikonsumsi siswa dalam kondisi yang baik.
- Bantul
- MBG
- Badan Gizi Nasional (BGN)
Redaktur: Eko S
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Tahan Malaysia dengan 10 Pemain, John Herdman Minta GBK Bergemuruh Lawan Bangladesh
-
Lebih Tua dari Jakarta, Tiga Buku Sejarah 500 Tahun Banjarmasin Ini Wajib Dibaca Generasi Muda
-
Jadi Target Serangan Teror, AS Tarik Semua Pesawat Bombernya dari Pangkalan Militer di Inggris
-
Update Perolehan Medali Sementara Asian Games 2026, Indonesia Stabil di Peringkat ke-13 Walau Tambah Emas dari Panahan
-
Joshua Zirkzee Jadi Penentu Kemenangan Belanda atas Serbia
-
10 Maskapai Kelas Ekonomi Terbaik di Dunia Tahun 2026 Menurut Skytrax
-
Start dari Posisi Ketujuh, Veda Pratama Langsung Gas Pool di Moto3 GP Indonesia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.