Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cara Mengembangkan Destinasi Piknik Saung Eling Bogor

📅 Kamis, 03 Sep 2026, 09:07 WIB | Oleh:
Cara Mengembangkan Destinasi Piknik Saung Eling Bogor Doc: ist
Ket. perlu dikembangkan

JAKARTA – Kreativitas sangat diperlukan untuk mengembangkan tujuan piknik. Warga harus dilibatkan. Itulah yang tengah dilakukan pengembangan Desa Piknik Saung Eling.

Institut Pariwisata Tedja Indonesia (IPTI) memetakan potensi dan kebutuhan pengembangan Desa Wisata Saung Eling, Kampung Lembur Sawah, Mulyaharja, Bogor, sebagai dasar pendampingan yang lebih sesuai dengan kondisi masyarakat setempat.

“Pengembangan Saung Eling perlu tetap berangkat dari pengalaman, kebutuhan, kesiapan, dan keputusan masyarakat sebagai pihak yang paling memahami wilayahnya,” kata akademisi dari IPTI Pratiwi, S.ST., M.Par dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu.

Kegiatan tersebut melibatkan pengelola dan masyarakat Desa Wisata Saung Eling serta tim lintas program studi IPTI yang melakukan pemetaan pada sejumlah aspek, antara lain pariwisata, hospitality, komunikasi, UMKM, digitalisasi, pengelolaan keuangan, dan keselamatan.

Dari aspek pariwisata, tim mengidentifikasi peluang pengembangan heritage-based spiritual tourism yang bertumpu pada jejak sejarah, lanskap pedesaan, budaya Sunda, gastronomi lokal, serta kehidupan masyarakat.

Saung Eling dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi minat khusus dengan pengalaman wisata yang khas dan reflektif. Pemetaan dilakukan dengan melihat atraksi, amenitas, aksesibilitas, kelembagaan pendukung, dan akomodasi.

Salah satu potensi budaya yang menjadi perhatian ialah Sedekah Bumi. Kegiatan tersebut dinilai dapat dikembangkan dengan penguatan kapasitas masyarakat dalam sponsorship dan partnership, pengelolaan acara dan kerumunan (event and crowd management), serta media partnership dan promosi.

Pada aspek hospitality, IPTI menyoroti penguatan kuliner lokal dan kesiapan homestay. Sop lompong menjadi salah satu kuliner yang dinilai memiliki kekhasan dan peluang dikembangkan dengan tetap mempertahankan karakter lokal.

Tim juga menyiapkan buku saku homestay yang memuat standar kamar, kewajiban pengelola, serta checklist operasional untuk membantu menjaga konsistensi pelayanan kepada wisatawan.

Dari sisi komunikasi, pemetaan mencakup kebutuhan pengelolaan identitas destinasi, informasi, storytelling, media sosial, komunikasi internal, hubungan dengan pemangku kepentingan, serta integrasi informasi UMKM dan homestay.

IPTI juga mencatat pemanfaatan media sosial, WhatsApp, reservasi digital, hingga transaksi menggunakan QRIS telah mulai dilakukan di Saung Eling. Pengintegrasian berbagai kanal dan data tersebut menjadi kebutuhan berikutnya agar dapat mendukung pelayanan, pemasaran, pengelolaan pelanggan, pencatatan keuangan, serta evaluasi usaha secara lebih terstruktur.

Aspek keselamatan turut diperhatikan melalui penggunaan checklist pemeriksaan fasilitas secara berkala untuk memastikan kesiapan fasilitas dan mendukung pengalaman wisata yang aman.

Pada akhir kegiatan, masyarakat menentukan kebutuhan yang dinilai paling mendesak. Tiga prioritas yang mengemuka yakni pengembangan UMKM, penguatan homestay, serta pengemasan homestay bersama event untuk meningkatkan peluang okupansi.

Pratiwi mengatakan pendekatan kolaboratif diperlukan agar pengembangan Saung Eling tidak berhenti pada pemetaan potensi, tetapi berlanjut pada pendampingan yang sesuai dengan kondisi dan kemampuan masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Nasional
55 Juta Warga Pantura Teran...
Advertisement
Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.