US Open 2026: Rybakina dan Gauff Melaju, Zverev Awali Langkah Perburuan Gelar
Rabu, 02 Sep 2026, 09:49 WIBNEW YORK â Elena Rybakina dan Coco Gauff mengawali perjalanan di US Open 2026 dengan kemenangan meyakinkan. Rybakina yang menempati peringkat kedua dunia serta Gauff, juara US Open 2023, sama-sama memastikan tiket ke babak kedua.
Di sektor putra, petenis unggulan teratas Alexander Zverev mulai menjalani kampanyenya di Flushing Meadows dengan menghadapi Lorenzo Sonego pada pertandingan malam di Arthur Ashe Stadium.
Rybakina tampil solid saat menghadapi petenis remaja Amerika Serikat, Thea Frodin. Petenis Kazakhstan itu menang dua set langsung 6-3, 6-2, Rabu (2/8) dini hari WIB.
Kemenangan tersebut menjadi modal penting bagi Rybakina yang tengah membidik gelar Grand Slam ketiga sekaligus peluang merebut posisi nomor satu dunia dari Aryna Sabalenka.
Rybakina merupakan satu dari tiga petenis yang masih berpeluang menggeser Sabalenka dari puncak peringkat WTA. Dua lainnya adalah Gauff dan petenis Amerika Serikat Jessica Pegula yang menempati posisi ketiga dunia.
Gauff membutuhkan gelar US Open keduanya untuk mengambil alih posisi nomor satu. Sementara Rybakina memiliki peluang lebih besar karena cukup mencapai semifinal untuk membuka jalan menuju takhta tenis putri dunia.
Menghadapi Zeynep Sonmez dari Turki, Gauff menunjukkan perkembangan signifikan pada servisnya. Petenis Amerika Serikat itu menang 6-3, 6-4 atas lawannya yang berada di peringkat ke-53 dunia.
Gauff tampil dominan pada set pertama. Namun, Sonmez meningkatkan permainan pada set kedua, termasuk merebut kembali break dan sempat berbalik unggul.
Gauff tidak panik. Ia menyelamatkan tiga break point pada gim keenam ketika kedudukan 3-3, sebelum langsung mematahkan servis Sonmez pada gim berikutnya untuk kembali mengendalikan pertandingan.
âSaya pikir saya hanya berusaha untuk tidak panik. Dia mulai sering maju ke net dan memainkan tenis yang hebat,â ujar Gauff.
âGim ketika kedudukan 3-3 itu sangat penting,â tambahnya.
Sementara itu, Rybakina juga tampil tanpa banyak kesulitan meski sebelumnya sempat dihantam cedera tumit kiri yang membuatnya mundur dari perempat final Cincinnati bulan ini.
Ia menyelamatkan seluruh dua break point yang dihadapinya dalam pertandingan melawan Frodin. Lawannya tampil agresif dengan pukulan keras, tetapi masih kerap melakukan kesalahan.
âSaya senang dengan pertandingan ini. Apalagi ketika Anda belum mengenal lawan, situasinya selalu bisa berbahaya. Namun secara keseluruhan saya senang dengan pertandingan pertama dan bagaimana semuanya berjalan,â kata Rybakina. âIni hasil yang luar biasa setelah 10 hari mengalami cedera seperti itu,â lanjutnya.
Rybakina mengaku sempat tidak bisa berjalan tanpa rasa sakit selama beberapa hari. Karena itu, ia masih harus mengatur secara hati-hati program latihan, waktu istirahat, serta proses pemulihan.
Petenis putri lainnya yang melangkah mulus adalah juara Prancis Open 2026 Mirra Andreeva. Unggulan kelima tersebut menyingkirkan wakil Indonesia Janice Tjen dengan kemenangan 6-2, 6-2.
Andreeva tampil jauh lebih tajam dibandingkan performanya dalam beberapa turnamen lapangan keras di Amerika Utara setelah meraih gelar Grand Slam pertamanya di Paris.
Kemenangan atas Janice menjadi yang kedua bagi Andreeva dalam waktu kurang dari dua pekan. Sebelumnya, kedua pemain juga bertemu di Cincinnati.
Usai kemenangan sebelumnya di Cincinnati, Andreeva mengatakan dirinya sengaja bermain agresif saat menghadapi Janice. âSaya hanya berusaha untuk bermain sangat agresif,â ujarnya.
Drama terbesar hari itu terjadi di sektor putra. Unggulan kelima Flavio Cobolli harus bekerja keras selama lebih dari empat jam untuk menundukkan Francisco Comesana.
Petenis Italia yang menjadi runner-up French Open setelah kalah dari Zverev tersebut bangkit dari ketertinggalan dua set untuk pertama kalinya dalam kariernya. Cobolli akhirnya menang 3-6, 2-6, 6-3, 6-4, 6-4.
Pertandingan berlangsung selama empat jam 13 menit. Cobolli mengakhiri laga dengan forehand volley keras, sebelum menjatuhkan diri ke lapangan dan mengangkat kedua tangannya sebagai bentuk perayaan.
âDalam Grand Slam, pertandingan tidak pernah benar-benar selesai. Anda harus berjuang sampai poin terakhir,â kata Cobolli.
Cobolli sempat kesulitan besar pada dua set pertama menghadapi Comesana yang berada di peringkat ke-119 dunia. Namun, ia bangkit dengan menyelamatkan seluruh delapan break point pada set ketiga dan kemudian mengambil kendali pada set keempat.
Di set penentuan, Cobolli sempat kehilangan servis lebih awal. Namun ia segera melakukan break balik untuk menyamakan kedudukan, kemudian kembali mematahkan servis Comesana untuk unggul 5-4 sebelum memastikan kemenangan pada gim berikutnya.
Keys dan Fritz Juga Menang
Saat Cobolli dan Comesana bertarung sengit di Louis Armstrong Stadium, dua petenis Amerika Serikat, Madison Keys dan Taylor Fritz, lebih dulu mengamankan kemenangan di Arthur Ashe Stadium.
Keys, juara Australian Open, mengatasi ketegangan pada pertandingan pertamanya untuk mengalahkan petenis Rusia berusia 19 tahun, Alina Korneeva, dengan skor 7-5, 6-4.
Sementara itu, unggulan kesembilan Taylor Fritz tampil lebih nyaman. Ia mengalahkan sesama petenis Amerika, Darwin Blanch, dengan skor 6-3, 6-2, 6-4.
Namun, hujan kembali menjadi pengganggu di sejumlah lapangan luar. Pertandingan di Ashe dan Armstrong yang memiliki atap dapat berjalan sesuai jadwal, tetapi sejumlah laga di lapangan terbuka, termasuk pertandingan Rybakina, harus tertunda cukup lama.
Hujan bahkan menyebabkan penundaan hampir empat jam sebelum pertandingan dimulai. Gangguan kembali terjadi pada malam hari dan sedikitnya lima pertandingan yang dijadwalkan larut akhirnya harus ditunda.
- Alexander Zverev
- Elena Rybakina
- coco gauff
- Mirra Andreeva
- Janice Tjen
- US Open 2026
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Defisit Migas Tekan Neraca Perdagangan
-
OJK Resmi Tetapkan Izin Usaha Atas Nama Persero PT Pegadaian, Berlaku Sejak 23 Juli 2026
-
Bertarung Maraton Set Kedua, Janice Tetap Belum Mampu Adang Mirra Andreeva
-
Cincinnati Open 2026: Janice Tjen Terhenti di Babak 16 Besar
-
Franco Baresi Dimakamkan, Lautan Fans AC Milan Gaungkan "Ciao Capitano"
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.