170 Pendaki Berhasil Dievakuasi Turun dari Ranu Kumbolo, Pemadaman Karhutla Gunung Semeru Masih Berlangsung
Kamis, 27 Agu 2026, 17:15 WIBLUMAJANG â Sebanyak 170 pendaki yang sebelumnya dikabarkan berada di kawasan danau Ranu Kumbolo Gunung Semeru telah dievakuasi turun ke Ranupani, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis (27/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Mereka dievakuasi setelah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Blok Ranu Kembang, kawasan jalur pendakian Gunung Semeru.
Informasi tersebut disampaikan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) melalui unggahan di Instagram. Selama proses turun, para pendaki didampingi pemandu dari PPGST (
Pemandu Pendakian Gunung Semeru Terdaftar) serta petugas TNBTS yang berjaga di sepanjang jalur.
"Pengunjung sudag dievakuasi semua, ini tinggal petugas PPGST dan porter," kata salah satu petugas dalam postingan videonya sambil menunjukkan kawasan pinggir danau yang sepi dengan latar belakang asap dari titik karhutla di Blok Ranu Kembang.Â
Sebelumnya, sekitar 170 pendaki dilaporkan masih berada di kawasan Ranu Kumbolo ketika kebakaran terjadi di Blok Ranu Kembang. Kepala Pelaksana BPBD Lumajang Isnugroho mengatakan lokasi kebakaran berada di atas kawasan Ranu Kumbolo sehingga para pendaki perlu diturunkan untuk mengantisipasi kemungkinan api merembet.
âMemang benar kami mendapat informasi bahwa sekitar 170 pendaki masih berada di kawasan Ranu Kumbolo, namun lokasi karhutla berada di atasnya, yakni di Ranu Kembang,â kata Isnugroho, dikutip dari Antara, Kamis (27/8).
Menurut Isnugroho, tim gabungan bergerak menuju kawasan Ranu Kumbolo pada Kamis pagi untuk melakukan evakuasi terhadap para pendaki.
Sementara itu, BB TNBTS menyatakan titik api saat ini berada di Blok Pangonan Cilik. Proses pemadaman masih dilakukan oleh petugas gabungan yang terdiri atas TNBTS, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), Saver, PPGST, porter, BPBD, serta TNI-Polri.
"Selain pemadaman langsung pada titik yang dapat dijangkau, petugas juga membuat sekat bakar untuk mengendalikan pergerakan api. Kondisi di lapangan menjadi tantangan karena angin serta medan yang curam," tulis unggahan itu.Â
Isnugroho sebelumnya mengatakan kawasan Blok Ranu Kembang memiliki medan yang sangat curam dan terjal. Karena kondisi tersebut, pemadaman dari udara menggunakan water bombing menjadi salah satu opsi yang dapat dilakukan, sementara tim gabungan tetap menyisir titik api yang dapat dijangkau dari darat.
BB TNBTS juga telah memberlakukan penutupan total jalur pendakian Gunung Semeru sejak Rabu (26/8). Penutupan ditetapkan melalui Surat Pengumuman Nomor PG.20/T.8/TU/HMS.01.07/B/08/2026 dan berlaku hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Kebakaran di Blok Ranu Kembang merupakan kejadian kedua dalam beberapa hari terakhir di kawasan sekitar jalur pendakian. Sebelumnya, karhutla terjadi di Bukit Sentong, Desa Ranupani, pada Selasa (25/8).
BB TNBTS menyatakan seluruh pendaki yang sebelumnya berada di jalur pendakian telah tiba di Ranupani dalam kondisi aman dan kondusif. Sementara itu, petugas gabungan masih berada di lapangan untuk menangani titik api di Blok Pangonan Cilik.
- ranu kumbolo
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.