Bukan Cuma Lahan Gambut! Polisi Kini Perketat Pengawasan Instalasi Gas

Kamis, 24 Sep 2026, 00:14 WIB

KUTAI KARTANEGARA - Aparat kepolisian bersama tim gabungan meningkatkan pengawasan di sekitar instalasi gas onshore receiving facility (ORF) PT Eni Muara Bakau di Kelurahan Handil Baru, Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, setelah pemadaman kebakaran lahan gambut seluas tiga hektare.

"Pemantauan ekstra tetap kami lakukan di lokasi untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api sekecil apa pun, mengingat struktur lahan gambut menyimpan potensi bara di bawah permukaan tanah," kata Kepala Kepolisian Sektor Samboja Ajun Komisaris Polisi Mohamad Yazid di Samboja, Rabu.

Ket. Foto: Pemadaman satu titik yang terbakar dekat fasilitas PT Eni Muara Bakau di Handil Baru, Samboja, Kutai Kartanegara, oleh petugas dari Polsek Samboja. Petugas juga terus bersiaga mengingat fasilitas Eni adalah objek vital nasional. — Sumber: Antara foto/HO-Polsek Samboja

Pengawasan ekstra tersebut dilakukan karena fasilitas objek vital nasional (obvitnas) yang dikelola perusahaan migas asal Italia itu merupakan jalur krusial pasokan energi nasional.

ORF Handil Baru berfungsi mengolah serta mengalirkan pasokan gas alam dari Lapangan Jangkrik, yakni lapangan gas laut dalam di Selat Makassar, menuju Kilang LNG Badak di Bontang serta jaringan pembangkit listrik regional.

Sebelumnya, pada Minggu (20/9), api membakar semak belukar di lahan gambut RT 012 yang berada dalam satu kawasan dengan ORF.

Mengingat area tersebut terdapat operasional instalasi gas yang sensitif terhadap material mudah terbakar, kata Yazid, kebakaran lahan gambut itu langsung dikategorikan sebagai ancaman keselamatan serius bagi instalasi gas PT Eni Muara Bakau.

Berdasarkan laporan penanganan, titik api pertama kali terdeteksi sekitar pukul 13.30 WITA dengan jarak kurang lebih 20 kilometer dari Markas Polsek Samboja di Jalan Balikpapan-Handil.

Personel polisi langsung diterjunkan ke lokasi untuk memimpin penanganan kebakaran lahan bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kecamatan Samboja.

Aksi pemadaman darurat tersebut turut melibatkan tim penanggulangan kebakaran PT Pertamina Hulu Mahakam, PT Eni Muara Bakau, Palang Merah Indonesia (PMI) Samboja, serta Kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) Kelurahan Tanjung Harapan.

Petugas di lapangan menghadapi tantangan teknis yang cukup berat karena struktur vegetasi gambut yang tebal dan kering.

Untuk mempercepat lokalisasi api, belasan kendaraan operasional dikerahkan, mulai dari armada pemadam utama, mobil tangki suplai air milik perusahaan, hingga kendaraan pendukung dari PMI dan MPA.

Setelah upaya pemblokadean arah rambatan api ke instalasi obvitnas selama hampir tujuh jam, tim gabungan akhirnya berhasil mengendalikan serta memadamkan kobaran api utama sekitar pukul 20.00 WITA.

Meski api di permukaan telah padam, petugas tetap melanjutkan proses penyiraman dan pembasahan secara menyeluruh guna memastikan tidak ada sisa bara di kedalaman tanah gambut.

Dugaan sementara kemunculan api dipicu sisa bara dari kebakaran sebelumnya yang kembali menyala karena hembusan angin dan paparan cuaca terik.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.