Pemkot Ambon Gerak Cepat Cegah Stunting, Dimulai Sejak Masa Kehamilan

Kamis, 24 Sep 2026, 00:12 WIB

AMBON - Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, Maluku, mendorong pencegahan stunting dilakukan sejak masa kehamilan dengan memastikan pemenuhan kesehatan dan gizi ibu hingga anak selama periode pertumbuhan.

Wakil Wali Kota Ambon Ely Toisutta di Ambon, Rabu, mengatakan, percepatan penurunan stunting tidak hanya berorientasi pada penurunan angka, tetapi juga memastikan setiap anak dapat tumbuh sehat dan berkembang secara optimal.

Ket. Foto: Wakil Wali Kota Ambon Ely Toisutta, saat menghadiri kegiatan ceramah kesehatan, di Ambon, Rabu. — Sumber: Antara foto

“Karena itu, pencegahan harus dilakukan sedini mungkin. Perhatian terhadap kesehatan dan pemenuhan gizi anak harus dimulai sejak masa kehamilan, dilanjutkan pada masa bayi, dan terus diperkuat pada periode pertumbuhan berikutnya,” kata Ely.

Hal ini disampaikannya saat menghadiri Ceramah Kesehatan Program Kerja Persit Kartika Chandra Kirana XV/Pattimura Tahun 2026 di Baileo Slamet Riyadi Korem 151/Binaiya.

Ia mengatakan, pemahaman mengenai pemberian makan bayi dan anak serta pemantauan kurva tumbuh kembang melalui Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) penting bagi keluarga untuk memantau kondisi kesehatan dan pertumbuhan anak secara berkala.

Menurutnya, persoalan gizi anak tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan makanan, tetapi juga dipengaruhi pengetahuan keluarga, pola asuh, pemilihan bahan pangan, cara pengolahan, frekuensi pemberian makanan, serta pemahaman kebutuhan gizi sesuai usia anak.

“Persoalan gizi bukan semata-mata karena tidak tersedianya makanan, tetapi juga berkaitan dengan pengetahuan, pola asuh, pemilihan bahan pangan, cara pengolahan, serta pemahaman kebutuhan gizi sesuai usia anak,” ujarnya.

Ely juga menekankan peran kader Posyandu, kelompok perempuan, dan organisasi kemasyarakatan dalam memberikan edukasi kepada keluarga.

Ia mengatakan makanan bergizi tidak selalu harus mahal karena keluarga dapat memanfaatkan pangan yang tersedia di sekitar dengan tetap memperhatikan keberagaman, kebersihan, keamanan, dan kecukupan gizi.

Terkait capaian, Kota Ambon menjadi salah satu daerah berkinerja baik dalam percepatan penurunan stunting di Provinsi Maluku dengan nilai 74,15.

Berdasarkan data SKI, jumlah kasus stunting di Kota Ambon turun dari 279 kasus atau 1,60 persen pada 2025 menjadi 271 kasus atau 1,58 persen pada 2026.

“Capaian ini merupakan kerja kolaborasi kita bersama dalam penurunan stunting di Kota Ambon. Pemerintah Kota Ambon menargetkan penurunan angka stunting sebesar tiga persen setiap tahun,” ucap Toisutta.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.