Ibu Harus Paham Sakit Perut Buah Hati, Biasa atau Usus Buntu
Rabu, 02 Sep 2026, 08:57 WIBJAKARTA â Ibu harus benar-benar memahami sakit sang buah hati, misalnya, terkait sakit perut, atau usus buntu. Dokter anak memberikan penjelasan perbedaan antara sakit perut biasa dan usus buntu. Ini terutama jika nyeri semakin berat, berpindah ke perut kanan bawah, atau disertai demam dan muntah. Karenanya, dia mengingatkan orang tua untuk tidak menganggap semua sakit perut pada anak sebagai keluhan biasa.
âSakit perut ini merupakan keluhan yang umum pada anak, artinya cukup sering dialami. Kita sebagai dokter anak ataupun orang tua harus hati-hati kalau sakit perut itu ada karakteristik-karakteristik yang khusus,â kata Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Gastrohepatologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr. Himawan Aulia Rahman, Sp.A, Subsp.G.H.(K) pada seminar daring IDAI, Selasa.
Ia menjelaskan, salah satu pola klasik usus buntu atau appendicitis akut pada anak yang lebih besar, remaja, maupun orang dewasa biasanya diawali dengan berkurangnya nafsu makan, kemudian muncul sakit perut di bagian tengah, sekitar pusar atau ulu hati.
Setelah sakit perut muncul, pasien biasanya mengalami muntah. Selanjutnya, secara klasik, rasa sakit berpindah ke perut kanan bawah, sesuai dengan lokasi usus buntu.
Namun, dokter menegaskan gejala usus buntu pada anak tidak selalu mengikuti pola klasik tersebut. Keluhannya dapat menyerupai penyakit lain, seperti infeksi saluran pencernaan atau gastroenteritis, sembelit, infeksi saluran kemih, hingga beberapa kondisi lainnya.
Karena itu, orang tua perlu memperhatikan perubahan gejala. Nyeri yang intensitasnya semakin berat, terutama di perut kanan bawah, serta rasa sakit yang bertambah ketika anak bergerak, berjalan atau meloncat, perlu diwaspadai.
âMuntah yang muncul setelah sakit perutnya itu ada. Itu juga harus hati-hati. Sakit perut yang disertai demam itu juga harus hati-hati,â ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa rasa sakit yang sangat kuat ketika perut disentuh atau ditekan ringan bukan sekadar anak bersikap berlebihan. âJadi kalau ada tanda-tanda bahaya ini, kita harus juga waspada bahwa salah satunya adalah usus buntu,â katanya.
Menurut dia, orang tua sebaiknya membawa anak ke dokter apabila sakit perut semakin berat, anak menunjuk bagian kanan bawah sebagai lokasi nyeri, sakit bertambah saat berjalan atau bergerak, disertai muntah, atau anak tampak sakit berat, lemas, cenderung tidur, maupun merintih.
- sakit perut
- Usus Buntu
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
IHSG Ambruk 53 Poin! Pasar Panik Jelang Keputusan The Fed
-
Benarkah Atap Asbes Bisa Picu Kanker Paru? Ini Penjelasan Berdasarkan Bukti Ilmiah
-
Sungboon Editor Resmi Mendarat di Indonesia Lewat Sociolla: Janji Efek Nyata Tanpa Drama
-
Perkuat Ekosistem Bioenergi, PLN EPI Gandeng PLN Puslitbang dan Itera
-
Sagu Bukan Sekadar Tradisi, Tapi Masa Depan Pangan Papua
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.