Dulu Harus Diingatkan Guru, Kini Murid SDN Sarang Tiung Saling Tegur soal Sampah.
Rabu, 02 Sep 2026, 05:00 WIB | Oleh: Yebdi TrismarUrgensi membangun generasi yang memiliki kepedulian terhadap laut semakin besar ketika melihat persoalan yang dihadapi Indonesia.
Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), timbunan sampah nasional pada 2025 diperkirakan mencapai 50,6 juta ton. Sekitar 40 persen di antaranya tidak terkelola dan berpotensi berujung ke laut. Setiap tahun, diperkirakan 16,2 juta ton sampah masuk ke laut.
Sampah laut dapat mengancam kehidupan biota, merusak habitat, hingga mengganggu rantai makanan di ekosistem laut.
Hari ini, seorang siswa mengingatkan temannya. Besok, bisa jadi ia mengajak keluarganya. Di kemudian hari, ia memilih profesi yang berkaitan dengan laut atau bidang lain yang membawa prinsip untuk mencintai lingkungan.
Kadang, pahlawan lingkungan dimulai dari seorang anak di sekolah pesisir yang memilih memungut sampah, mengajak temannya menjaga kebersihan, dan mulai memahami bahwa laut bukan sekadar tempat di mana ia tinggal, tetapi bagian dari masa depan yang harus ia jaga.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!