Dulu Harus Diingatkan Guru, Kini Murid SDN Sarang Tiung Saling Tegur soal Sampah.
Rabu, 02 Sep 2026, 05:00 WIB | Oleh: Yebdi Trismar
Doc: PIS
Ada perubahan kecil yang belakangan terasa berbeda di sebuah ruang kelas di SD Negeri Sarang Tiung, Kotabaru, Kalimantan Selatan. Dulu, guru masih harus berulang kali mengingatkan murid untuk membuang sampah pada tempatnya. Kini, kebiasaannya mulai berubah.
"Sekarang, malah murid yang saling mengingatkan untuk tidak buang sampah sembarangan. Mereka berani menegur temannya, bahkan membawa kebiasaan baik ini ke rumah mereka," testimoni dari Ibu Kusriati, guru SDN Sarang Tiung.
SDN Sarang Tiung adalah salah satu dari 61 sekolah pesisir yang mengikuti program Ocean LiteraSEA. Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan pilar pendidikan, yang digagas oleh PT Pertamina International Shipping (PIS) berkolaborasi dengan Inovasi Muda.
Kepedulian terhadap lingkungan perlahan tumbuh menjadi kebiasaan yang dilakukan bersama yang dilakukan oleh murid-murid SDN Sarang Tiung, adalah salah satu tahapan perubahan yang menjadi target program Ocean LiteraSEA.
Perubahan yang tampak sederhana. Namun, dapat menjadi titik awal dari sesuatu yang jauh lebih besar untuk ekosistem laut.
Chairwoman Inovasi Muda Restu Andini, memaparkan menjaga laut bukan hanya tentang membersihkan sampah yang sudah berada di pesisir. Lebih dari itu, dibutuhkan generasi yang memahami laut, peduli terhadap keberlanjutannya, dan memiliki kemampuan untuk menciptakan solusi di masa depan.
"Di sinilah Ocean LiteraSEA hadir, untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda di wilayah pesisir, mengenai pentingnya menjaga laut," ujar Restu dalam acara Indonesia Sustainability 360 Forum 2026, yang berlangsung pekan lalu.
Ia mengatakan bahwa edukasi mengenai laut ini, tidak berhenti pada pengetahuan tentang lingkungan. Menurutnya, literasi laut juga dapat menjadi pintu masuk untuk mengenalkan berbagai peluang dan keterampilan yang relevan dengan masa depan.
“Ocean LiteraSEA kami dorong bukan hanya untuk membuat anak-anak mengetahui tentang laut, tetapi juga agar mereka peduli, mau mengambil aksi, memiliki keterampilan, dan pada akhirnya memahami bahwa laut juga membuka begitu banyak peluang profesi di masa depan.”
Berjalan sejak 2023, program Ocean LiteraSEA telah menjangkau 61 sekolah pesisir, melibatkan lebih dari 3.600 siswa sebagai penerima manfaat, serta menghasilkan 41 guru tersertifikasi.
Program ini juga telah merevitalisasi 25 perpustakaan, mengurai 3,86 ton sampah, dan memberikan beasiswa kepada 15 pelaut muda. Ini menunjukkan bahwa membangun kepedulian terhadap laut dapat dilakukan dari ruang-ruang sederhana: dari kelas, perpustakaan, halaman sekolah, hingga garis pantai tempat anak-anak tumbuh.
Pjs. Corporate Secretary PIS Vega Pita mengatakan Ocean LiteraSEA merupakan bentuk komitmen berkelanjutan PIS untuk ikut membangun masyarakat pesisir melalui edukasi dan aksi nyata menjaga laut.
“Ini adalah upaya kami menyiapkan generasi yang akan menjaga laut di masa depan. Generasi yang kelak akan mengambil keputusan, memimpin perubahan, dan menentukan bagaimana laut serta sumber daya alam kita dikelola secara berkelanjutan,” jelas Vega.
Bagi PIS, upaya tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab perusahaan yang tidak hanya berorientasi pada keberlangsungan bisnis, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan dan masyarakat.
Menurut Vega, investasi pada generasi muda merupakan bagian penting dari upaya menjaga keberlanjutan ekosistem maritim dalam jangka panjang.
“Kami berharap anak-anak yang hari ini belajar mengenal laut, membersihkan pesisir, dan berani mengingatkan temannya untuk menjaga lingkungan, adalah pahlawan untuk kelestarian laut Indonesia dan semoga tumbuh menjadi talenta maritim kebanggaan."
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!