Target Lifting Minyak 2027 Melonjak, Pemerintah Pasang Ambisi Besar
📅 Selasa, 01 Sep 2026, 23:59 WIB | Oleh: Tim RedaksiKetua Komisi XII Melchias Marcus Mekeng menekankan indikator utama kinerja Kementerian ESDM adalah kemampuan menjaga lifting minyak.
“Performance-nya itu adalah lifting minyak, karena lifting minyak ini kalau semakin turun, kita harus impor semakin besar dan itu akan memakan anggaran yang semakin besar,” ujar Mekeng.
Ia juga menyoroti kenaikan Cost Recovery di tengah tren penurunan lifting. “Logikanya ya, kalau lifting turun, cost recovery juga mestinya turun, tapi kok naik gitu loh,” tegas politisi Golkar itu.
Menurut Mekeng, dukungan anggaran yang diberikan DPR dan pemerintah harus menghasilkan capaian terukur, bukan sekadar terserap.
Di sisi lain, Komisi XII menekankan anggaran ESDM juga harus diarahkan untuk kebutuhan masyarakat, terutama peningkatan ketersediaan energi dan pembangunan infrastruktur kelistrikan.
Menanggapi itu, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyatakan komitmennya menjaga indikator yang telah ditetapkan dalam APBN, termasuk lifting minyak.
“Kami dari Kementerian ESDM berusaha untuk menjaga indikator yang ditetapkan di dalam APBN, ya, termasuk lifting,” ujar Yuliot.
Ia menambahkan, pemerintah terus memperkuat ketahanan energi melalui peningkatan ketersediaan energi dan pembangunan infrastruktur kelistrikan agar akses listrik merata ke seluruh pelosok.
“Dalam rangka ketahanan energi kami berusaha untuk meningkatkan ketersediaan energi, termasuk listrik, dan infrastruktur yang terbangun untuk sistem kelistrikan ini akan kita upayakan seluruh masyarakat di seluruh pelosok tanah air itu akan mendapatkan aliran listrik,” pungkas Yuliot.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!