Mentan Gerak Cepat! Bantuan Alsintan Langsung Dikirim untuk Buruh Tani di Karawang

Selasa, 01 Sep 2026, 05:46 WIB

JAKARTA - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman merealisasikan bantuan alat dan mesin pertanian atau alsintan kepada buruh tani di Karawang, Jawa Barat, dalam hitungan jam setelah kunjungan lapangan di wilayah tersebut.

Dalam hitungan jam setelah Mentan menjanjikan bantuan alsintan, kini bantuan tersebut tiba dan diterima buruh tani di Desa Tegal Sawah, Kecamatan Karawang Timur, Karawang.

Ket. Foto: Bantuan alat dan mesin pertanian combine harvester dari Kementerian Pertanian yang diserahkan untuk kelompok buruh tani di Desa Tegal Sawah, Kecamatan Karawang Timur, Karawang, Jawa Barat, Senin (31/8). — Sumber: Antara foto/HO-Kementan

"Bantuan berupa combine harvester langsung diberikan untuk mendukung kegiatan panen kelompok buruh tani," kata Mentan di Jakarta, Senin (31/8).

Selain itu, Mentan memastikan traktor milik kelompok yang hilang dicuri pada malam 17 Agustus 2026 segera diganti.

Ia menuturkan kecepatan penyaluran bantuan tersebut mencerminkan pola kerja yang diterapkan, yakni setiap persoalan yang ditemukan langsung di lapangan harus segera ditindaklanjuti.

Aspirasi petani tidak berhenti sebagai laporan, melainkan langsung diwujudkan menjadi bantuan yang dapat dimanfaatkan.

Sebelumnya, dalam kunjungan kerja di Karawang, Senin (31/8), Mentan Amran Sulaiman berhenti setelah melihat sejumlah buruh tani sedang bekerja di sawah. Ia turun dari kendaraan dan berbincang langsung dengan mereka.

Dari pertemuan tersebut, Mentan mengetahui kondisi buruh tani yang sebagian tidak memiliki sawah sendiri dan hanya mengandalkan pekerjaan sebagai buruh ngarit atau tenaga panen. Kesempatan kerja yang terbatas membuat pendapatan mereka sangat rendah.

"Tadi kami di tengah jalan temukan buruh ngarit. Itu dapat hanya Rp30 ribu per hari dan itu dua kali seminggu, maksimal tiga kali seminggu. Saudara-saudara kita itu tidak mendapatkan bantuan alat mesin pertanian karena tidak punya akses," ujar Amran.

Kondisi tersebut mendorong Mentan mengubah regulasi bantuan alsintan. Buruh tani yang tidak memiliki sawah kini diberi akses untuk memperoleh bantuan alat dan mesin pertanian sehingga dapat meningkatkan pendapatan mereka.

"Regulasi kami ubah. Sudah kami ubah, sudah kami tanda tangani. Prioritaskan alat mesin pertanian, pompa dan seterusnya kepada buruh tani yang tidak punya sawah supaya kesejahteraannya meningkat," katanya.

Mentan menyoroti rendahnya pendapatan buruh tani yang hanya mengandalkan pekerjaan harian. Dengan upah sekitar Rp30 ribu per hari dan kesempatan kerja dua kali dalam sepekan, pendapatan mereka hanya sekitar Rp240 ribu per bulan.

"Bisa bayangkan pendapatannya Rp30 ribu per hari, Rp60 ribu per minggu karena dua kali seminggu. Kalau Rp60 ribu per minggu, kalau satu bulan berarti Rp240 ribu. Bayangkan itu satu keluarga," katanya.

Mendengar kondisi tersebut, Mentan langsung mengambil keputusan untuk memberikan combine harvester sekaligus mengganti traktor kelompok yang hilang.

Mentan ingin alsintan tidak berhenti sebagai bantuan alat produksi, tetapi dapat menjadi sarana usaha yang membuka sumber pendapatan baru bagi buruh tani.

Keputusan tersebut langsung ditindaklanjuti jajaran Kementerian Pertanian. Dalam hitungan jam, bantuan alsintan telah tiba di lokasi dan diterima kelompok buruh tani.

Mentan mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto agar transformasi pertanian dari sistem tradisional menuju pertanian modern benar-benar dirasakan rakyat kecil hingga pelosok.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.