- Home
-
- Luar Negeri
-
- 400 Kapal Terjebak di Telu...
400 Kapal Terjebak di Teluk, Selat Hormuz Masih Mencekam
Senin, 31 Agu 2026, 01:00 WIBIstanbul â Organisasi Maritim Internasional (IMO) mencatat sekitar 400 kapal yang membawa 6.000 pelaut masih terjebak di kawasan Teluk, enam bulan setelah konflik di Timur Tengah meletus.
 Kepala IMO Arsenio Dominguez mengatakan sebagian kapal dan awaknya memang telah berhasil meninggalkan kawasan tersebut. Namun, ratusan kapal lainnya masih belum dapat berlayar dengan aman akibat situasi keamanan yang belum kondusif.
âMeskipun beberapa kapal dan awaknya telah berhasil meninggalkan Teluk, 400 kapal yang membawa sekitar 6.000 pelaut tidak bisa berlayar dengan aman sejak konflik dimulai,â kata Dominguez. Ia menilai situasi di Selat Hormuz, jalur perairan strategis yang menjadi lintasan sekitar seperlima perdagangan minyak global, masih âbelum terselesaikanâ.
Badan Perserikatan Bangsa- Bangsa (PBB) tersebut telah memverifikasi sedikitnya 70 serangan terhadap pelayaran internasional sejak konflik berkecamuk pada 28 Februari. Serangkaian serangan itu menyebabkan 19 pelaut tewas.
Dominguez menekankan gangguan terhadap jalur pelayaran dan rantai pasokan vital, terutama untuk bahan bakar dan pupuk, dapat menimbulkan dampak âsangat seriusâ terhadap masyarakat dan perekonomian global.
 Ia juga menyoroti kondisi ribuan pekerja pelayaran yang tidak terlibat dalam konflik tetapi harus menghadapi ârisiko tinggi dan ketidakpastianâ selama berada di kawasan tersebut. Karena itu, Dominguez mendorong adanya âkemauan politik baruâ dari negara-negara anggota IMO dan industri pelayaran untuk memulihkan kebebasan navigasi serta menjamin keselamatan kapal dan awak di Selat Hormuz.
Pembicaraan Damai
Upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran sebelumnya telah dilakukan. Pada Juni lalu, kedua negara menandatangani nota kesepahaman damai dan memulai negosiasi menuju kesepakatan akhir.
Namun, pembicaraan tersebut kemudian mengalami kebuntuan akibat perbedaan pandangan mengenai jaminan keamanan dan kebebasan navigasi di Selat Hormuz. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Jumat mengatakan peluang untuk membangun kembali jalur diplomasi dengan AS masih terbuka.
Pernyataan itu disampaikan setelah Araghchi bertemu dengan Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani di Teheran. Araghchi mengatakan dirinya dan Sheikh Mohammed menggelar âdiskusi kreatifâ untuk membahas upaya mengurangi ketegangan dan membuka kembali jalur dialog. âMengembalikan diplomasi ke jalurnya bukanlah hal yang mustahil.
 Itu bergantung pada pemahaman AS terhadap satu fakta sederhana: tekanan tidak berhasil,â kata Araghchi melalui platform media sosial X. Sheikh Mohammed mengunjungi Teheran pada Kamis lalu sebagai bagian dari upaya diplomatik Qatar untuk meredakan ketegangan antara Iran dan AS.
Dalam kunjungan tersebut, ia bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Araghchi, Ketua Parlemen Mohammad Bagher Qalibaf, serta Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei.
- selat hormuz
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara, Eko S
Berita Terkait:
-
Trump Segera Deklarasikan Selat Hormuz sebagai "Wilayah" AS
-
Khofifah Pastikan Jatim Siap Wujudkan Green dan Smart Port untuk Perkuat Logistik
-
Peduli Lansia, Pemprov DKI Siapkan Tempat Pertemuan Khusus untuk Para Lansia
-
Jakarta International Performing Arts Festival 2026 Hadirkan Kolaborasi Seni Lintas Negara
-
Selat Hormuz Dipasangi Ranjau, Kapal Tanker Meledak Saat Mencoba Melintas
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.