Festival Budaya NCH Sikalang Jadi Momentum UMKM Naik Kelas, Ini Peluangnya
Selasa, 22 Sep 2026, 02:48 WIBSAWAHLUNTO - Festival Budaya Nagari Creative Hub (NCH) Sikalang, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat (Sumbar), menjadi media akselerasi pemasaran produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan kekayaan budaya lokal, dengan dikemas dalam sajian acara dan dipromosikan pada konten digital.
Kepala Desa Sikalang Lambang Wicaksono, di Sawahlunto, Senin (21/9), mengatakan festival tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menampilkan dan memperkenalkan produk lokal serta kekayaan budaya Sikalang kepada publik.
"Festival sudah digelar pada Kamis (17/9) kemarin menghadirkan peragaan busana batik khas dan produk lokal Sikalang, pasar kuliner jadoel dan tradisional, serta pentas seni berupa tari kolosal, tari batik, teater bahasa Tangsi, kuda kepang, musik keroncong, rebana, dan barzanji," ujar dia merinci.
Menurut Lambang, kegiatan tersebut berdampak terhadap aktivitas ekonomi UMKM lokal, khususnya pelaku usaha kuliner dan ekonomi kreatif. Warga, terutama generasi muda, juga terlibat aktif dalam merancang dan mengemas kegiatan, sehingga memperoleh pengalaman dalam penyelenggaraan kegiatan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar Ahmad Zakri mengatakan NCH Sikalang merupakan role model bagi pengembangan NCH di kabupaten dan kota lainnya, karena mengintegrasikan teknologi digital dalam pemasaran kekayaan budaya dan UMKM lokal.
"NCH dijalankan melalui sistem kolaborasi dengan pembagian tugas yang konkret dan adaptif bagi pihak terkait. Festival budaya menjadi salah satu kegiatan untuk mempromosikan dan mendiseminasikan NCH kepada publik sekaligus menjadi etalase yang menunjukkan aktivitas NCH," katanya.
Ia menyebut ekonomi merupakan inti NCH, sedangkan pelestarian budaya dan produk lokal menjadi bagian yang turut berkembang melalui ekosistem tersebut, sehingga masyarakat memperoleh akses pemasaran ke tingkat provinsi, nasional, hingga global.
Pengembangan NCH juga menempatkan masyarakat dan generasi muda sebagai bagian dari proses pengelolaan potensi lokal, sehingga kegiatan budaya dapat dikemas menjadi produk dan aktivitas kreatif yang memiliki nilai ekonomi.
"Melalui pendekatan ini NCH mempertemukan potensi budaya, pelaku UMKM, kreativitas masyarakat, dan teknologi digital dalam satu ekosistem promosi. Festival menjadi ruang pertemuan secara langsung, sedangkan kanal digital digunakan untuk memperluas pengenalan produk dan kekayaan lokal kepada pasar," ujar dia menjelaskan.
Ketua Dekranasda Kota Sawahlunto Ny Yori Gemitia Riyanda mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum strategis untuk mempercepat promosi ekonomi kreatif berbasis budaya di Sikalang.
"Dekranasda Kota Sawahlunto juga siap berperan dalam pendampingan dan pengembangan kegiatan serupa, termasuk mengevaluasi pelaksanaan bersama pihak terkait untuk merancang penguatan kegiatan, sehingga dampak dan jangkauan promosi produk UMKM serta budaya lokal dapat diperluas," kata dia.
- Festival Budaya
- UMKM Naik Kelas
- Bisnis UMKM
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
Berita Terkait:
-
Peringati Hari Kebudayaan, Rano Ajak Warga Jakarta Rayakan Keberagaman di Festival Sarendo-Rendo
-
Ahli KPK Akui Kewenangan Pengaturan Kuota Haji Tambahan Ada di Tangan Menteri
-
Percepatan Pemulihan Irigasi Pascabencana di Aceh Selatan
-
Sempat Diasingkan, Mantan Presiden Haiti Nekat Maju Pilpres Lagi
-
Festival Pesona Selat Lembeh 2026
-
Curhat ke Menteri Ara, Himperra: Perlu ada Solusi Soal SLIK OJK
-
Colours of Cultures Festival di Kota Tua Meriah! Sejumlah Seniman Badung Tampilkan Tari Kecak
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.