Jalur Kereta Kalisat-Panarukan Bakal Aktif Lagi? BTP Siap Beri Dukungan
Selasa, 22 Sep 2026, 03:06 WIBBONDOWOSO - Kepala Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Surabaya Denny Michels Adlan menyatakan mendukung Direktorat Jenderal Perkeretapian (DJKA) Kementerian Perhubungan mengenai rencana reaktivasi jalur kereta api aglomerasi Kalisat (Jember)-Bondowoso-Panarukan (Situbondo).
"Pemerintah pusat dan daerah tidak bisa tergesa-gesa dalam mengeksekusi rencana tersebut, dan harus mematangkan perencanaan terlebih dahulu," kata Denny dalam keterangannya saat rapat koordinasi reaktivasi jalur kereta api Kalisat-Panarukan, di Pendopo Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Senin (21/9).
Pada intinya, dia mendukung dan sepakat serta memahami kebutuhan masyarakat terkait dengan keberadaan jalur kereta api ini.
Namun demikian, ada hal yang perlu diperhatikan dan perlu mengkaji ulang apakah jalur reaktivasi peninggalan Belanda itu masih tepat untuk dilakukan pembangunan ataupun rehabilitasi.
"Karena itu adalah jalur peninggalan Belanda yang mungkin dulu hanya mengangkut angkutan barang, sementara rencana ke depannya jalur ini diharapkan bisa mengakomodasi angkutan barang dan penumpang," katanya lagi.
Menurut Denny, rencana tersebut tidak bisa dilakukan dengan terburu-buru dan penuh pertimbangan. Pemerintah pusat dan daerah harus terlebih dahulu menetapkan dokumen perencanaannya.
"Karena kondisi yang sekarang itu harus kita lihat, apakah itu masih cocok dengan kondisi yang kita butuhkan? Kalau dulu kan itu jalurnya untuk mengangkut barang, sehingga mungkin kecepatannya tidak tinggi. Jadi harus kita lihat dulu kebutuhannya, kalau trasenya nanti sudah ditetapkan, baru nanti bagi tugas antara pemerintah pusat dan daerah," ujarnya pula.
Selain itu, kata Denny lagi, ada pula faktor keselamatan yang tidak kalah pentingnya mulai dari kondisi jalur ruang milik jalan dan ruang manfaat jalan yang harus dipastikan keselamatan, termasuk sterilisasi jalur dan perlintasan sebidang harus dikaji lebih mendalam.
Denny menambahkan, koordinasi itu merupakan langkah awal untuk membuka pembahasan lebih lanjut mengenai rencana reaktivasi, dan telah disepakati akan ada pembahasan teknis lebih lanjut untuk memetakan kebutuhan dan melengkapi dokumen perencanaannya.
"Jadi, kami tidak bisa menetapkan, dan kami mantapkan dulu dokumen perencanaannya, kemudian barulah berbicara terkait dengan skema pembiayaan dan lain sebagainya karena kan investasinya besar," katanya lagi.
Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menyatakan kesiapannya untuk memberikan dukungan penuh pada seluruh proses rencana reaktivasi jalur kereta api aglomerasi Kalisat-Bondowoso-Panarukan.
"Kami siap untuk memberikan dukungan, baik itu dukungan politis, teknis, maupun dukungan sosial dan lainnya. Dan sebetulnya ketiga pemerintah daerah ini sudah sama-sama bergerak," ujarnya.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
Berita Terkait:
-
Arsenal Mulai Pertahanan Gelar Liga Inggris Lawan Coventry, Jadwal Musim 2026-27 Resmi Dirilis
-
Memanas Lagi, AS dan Iran Saling Serang untuk Pertama Kalinya Setelah Sebulan Jeda
-
Semangat Idul Adha 2026 Dorong Penguatan Kesejahteraan Sosial.
-
Kemenhaj Tuntaskan Pemberangkatan Gelombang Pertama Embarkasi Padang
-
Lebak Perkuat Ketahanan Pangan, 14 Brigade Pangan Siap Tingkatkan Produksi.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.