- Home
-
- Luar Negeri
-
- Studi Internasional: Pende...
Studi Internasional: Penderita Kanker Meningkat Lebih Cepat di Kalangan Muda
Rabu, 07 Okt 2026, 00:03 WIBLONDON - Kasus kanker pada kelompok usia di bawah 50 tahun menunjukkan peningkatan yang mengkhawatirkan di sejumlah negara. Studi internasional yang menganalisis data Inggris, Amerika Serikat, dan Belanda menemukan kenaikan signifikan pada beberapa jenis kanker yang menyerang orang dewasa muda.
Penelitian yang dilakukan World Cancer Research Fund (WCRF) menemukan, terdapat tujuh jenis kanker yang mengalami peningkatan signifikan pada usia muda di Inggris. Di Amerika Serikat tercatat lima jenis kanker, sementara Belanda menemukan empat jenis kanker dengan tren serupa.
Dari The Guardian, Inggris, salah satu kenaikan paling mencolok terjadi pada kanker prostat. Pada 2001, angka kejadian kanker prostat pada pria berusia di bawah 50 tahun sekitar 1 kasus per 100.000 orang. Angka tersebut meningkat menjadi 3,6 kasus per 100.000 pada 2023.
Kanker usus juga menunjukkan peningkatan cukup tajam. Pada kelompok pria di bawah 50 tahun, angkanya naik dari 3,9 menjadi 8,4 kasus per 100.000 orang dalam periode yang sama.
Sementara itu, kanker rahim dan ginjal pada kelompok usia muda juga meningkat lebih dari dua kali lipat. Angka kanker rahim mencapai 3,9 kasus per 100.000 orang, sedangkan kanker ginjal mencapai 3 kasus per 100.000.
Kanker payudara pada perempuan di bawah 50 tahun juga mengalami kenaikan, meski tidak setinggi sejumlah jenis kanker lainnya. Angkanya meningkat dari 42 kasus per 100.000 pada 2001 menjadi 47,5 kasus per 100.000 pada 2023. Peningkatan juga tercatat pada kanker pankreas dan hati.
Tren serupa terlihat di Amerika Serikat. Data resmi sejak 2000 menunjukkan angka kanker ginjal pada kelompok usia di bawah 50 tahun meningkat dari 2,5 menjadi 5,3 kasus per 100.000 pada 2023. Kanker usus, rahim, dan pankreas masing-masing meningkat lebih dari 50 persen, sedangkan kanker payudara naik sekitar 20 persen.
Di Belanda, peningkatan signifikan pada kelompok usia muda ditemukan pada kanker usus, ginjal, hati, dan serviks.
Namun, tidak semua jenis kanker menunjukkan tren kenaikan. Angka kejadian kanker paru-paru pada orang berusia di bawah 50 tahun justru menurun di Inggris, AS, dan Belanda. Penurunan tersebut sejalan dengan berkurangnya kebiasaan merokok di ketiga negara.
Meski kanker tetap jauh lebih banyak ditemukan pada kelompok usia lanjut, para peneliti menilai perubahan pola pada generasi muda perlu mendapat perhatian serius.
Profesor Mark Lawler dari Queen's University Belfast menggambarkan tren tersebut sebagai persoalan yang perlu segera ditangani. Menurutnya, peningkatan kasus terjadi bersamaan dengan faktor gaya hidup yang diketahui berkontribusi terhadap kematian akibat kanker.
WCRF menyebut sejumlah faktor berpotensi berperan, mulai dari meningkatnya obesitas, pola makan yang tidak sehat, kurang aktivitas fisik, konsumsi alkohol, hingga merokok. Paparan lingkungan seperti polusi udara dan air, bahan kimia serta plastik juga menjadi perhatian.
Sekitar 40 persen kasus kanker disebut berkaitan dengan faktor risiko yang dapat dimodifikasi. Meski demikian, para peneliti mengingatkan bahwa peningkatan diagnosis pada usia muda tidak semata-mata dapat dijelaskan oleh perubahan gaya hidup.
Kesadaran masyarakat terhadap gejala kanker yang semakin baik juga membuat lebih banyak orang mencari pertolongan medis lebih cepat. Kondisi ini dapat meningkatkan angka kanker yang terdeteksi pada usia muda.
Dr Vanessa Gordon-Dseagu dari WCRF mengatakan faktor risiko seperti kelebihan berat badan, obesitas, pola makan, konsumsi alkohol dan merokok kemungkinan ikut berperan dalam peningkatan tersebut.
Namun, ia menegaskan penelitian lebih lanjut tetap dibutuhkan untuk mengetahui mengapa kasus kanker pada kelompok usia di bawah 50 tahun semakin banyak ditemukan.
Untuk mencari jawaban yang lebih jelas, King's College London juga menyiapkan penelitian besar yang melibatkan sekitar 250.000 orang. Studi tersebut secara khusus akan meneliti meningkatnya kasus kanker usus pada orang dewasa muda dan mencoba memisahkan pengaruh faktor risiko dari peningkatan deteksi.
Pemerintah Inggris sendiri menyatakan diagnosis dini menjadi salah satu fokus dalam strategi penanganan kanker. Pemerintah juga meningkatkan penggunaan teknologi untuk mempercepat diagnosis, memperluas pengujian genetik, dan mendukung penelitian mengenai penyebab kanker serta kelompok yang paling berisiko.
Dengan demikian, meski kanker pada usia muda masih relatif jarang dibandingkan kelompok usia lanjut, peningkatan kasus di sejumlah negara menjadi sinyal yang mendorong penelitian dan upaya pencegahan lebih serius.
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Keren, Pelita Air Raih Top SOE Subsidiaries Award 2026
-
Pemerintah Perlu Perkuat Pertanian Rendah Emisi
-
Harga Emas Antam Kamis Pagi Ini Turun Kembali ke Rp2,850 Juta/Gr
-
Kenali Gejala Kanker Tiroid, Benjolan di Leher Bisa Jadi Tanda Awal
-
Pemkab Bogor Jadikan Sukamakmur Pusat Ekonomi Baru Dukung CDOB Bogor Timur
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.