120 Becak Listrik untuk Depok, Pengemudi Lansia Jadi Prioritas

Rabu, 07 Okt 2026, 00:07 WIB

Depok - Pemerintah Kota Depok, Jawa Barat, menerima sebanyak 120 becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto untuk diserahkan kepada warga setempat, terutama pengemudi becak yang membutuhkan dukungan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Bantuan tersebut diharapkan tidak hanya mengurangi beban fisik pengemudi, tetapi juga meningkatkan produktivitas dan pendapatan sehingga berdampak terhadap kesejahteraan keluarga penerima manfaat.

Ket. Foto: Sejumlah becak listrik dari Presiden Prabowo untuk warga Depok. — Sumber: Antara

Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) Teguh Arief Indratmoko dalam keterangannya, Selasa (6/10), mengatakan becak listrik secara khusus diharapkan dapat membantu pengemudi yang telah berusia lanjut. Dengan dukungan tenaga listrik, pengemudi tidak perlu sepenuhnya mengandalkan kekuatan fisik ketika membawa penumpang.

“Tenaga para pengemudi adalah sedikit yang dipakai, tapi waktu menggunakan becak listrik termasuk mengangkut penumpangnya bisa berlipat ganda. Dengan harapan pendapatannya bertambah,” ujar Teguh.

Menurut dia, berkurangnya beban fisik dapat memberikan kesempatan bagi pengemudi untuk bekerja lebih lama dan mengangkut lebih banyak penumpang. Kondisi tersebut diharapkan membuka peluang peningkatan pendapatan dibandingkan ketika pengemudi masih sepenuhnya mengandalkan tenaga fisik.

Peningkatan pendapatan, lanjut Teguh, diharapkan tidak berhenti pada pengemudi, tetapi turut dirasakan oleh keluarga penerima manfaat. Penghasilan tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, pendidikan anak, maupun kebutuhan rumah tangga lainnya.

Teguh menjelaskan bantuan becak listrik merupakan bagian dari program yang disalurkan secara bertahap ke berbagai daerah di Indonesia. Berdasarkan data yang disampaikannya, jumlah becak di Indonesia mencapai sekitar 80.000 unit.

Dalam penyalurannya, usia menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan penerima manfaat. Pengemudi berusia 70 tahun ke atas menjadi prioritas, kemudian bantuan diberikan kepada kelompok usia yang lebih muda.

“Apabila 70 tahun sudah dapat semua, turun 60 tahun. Apabila 60 tahun sudah dapat semua, turun lagi ke 50,” jelasnya.

Hingga saat ini, sekitar 12.410 unit becak listrik telah disalurkan kepada masyarakat. Program tersebut ditargetkan terus berjalan hingga mencapai sekitar 25.000 unit pada 2026.

Teguh mengatakan penerima manfaat perlu menjaga dan merawat becak listrik yang telah diberikan agar kendaraan tersebut dapat digunakan dalam jangka panjang. Yayasan GSN juga memberikan pelatihan kepada para pengemudi mengenai cara pengoperasian serta perawatan dasar kendaraan.

Menurut dia, pelatihan tersebut penting agar penerima manfaat tidak hanya menerima kendaraan, tetapi juga memahami cara menggunakannya secara aman dan merawatnya sehingga tetap dapat menunjang aktivitas mencari nafkah.

Ia menegaskan becak listrik tersebut merupakan bantuan yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan penerima manfaat dan tidak untuk diperjualbelikan.

“Becak listrik bantuan Pak Presiden tidak boleh dijual,” tegasnya.

  • Bantuan Becak Listrik

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.