Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Trump Soroti Kematian Pekerja Laboratorium Rusdia, Bantah Dugaan Senjata Biologis

29 Kamis, 08 Okt 2026, 03:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Trump Soroti Kematian Pekerja Laboratorium Rusdia, Bantah Dugaan Senjata Biologis Trump Soroti Kematian Pekerja Laboratorium Rusdia, Bantah Dugaan Senjata Biologis Doc: AFP
Ket. Presiden AS Donald Trump berbicara di Ruang Oval Gedung Putih.

Washington - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Rabu (7/10) mengatakan kematian seorang pekerja laboratorium penelitian wabah di Russia tampaknya tidak berkaitan dengan senjata biologis.

“Kami rasa tidak. Kami akan segera mengetahuinya, tetapi kami rasa tidak,” kata Trump kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih ketika ditanya apakah insiden tersebut melibatkan “senjata biologis”.

Sebelumnya, Russia memperingatkan agar masyarakat tidak menyebarkan informasi “palsu” setelah muncul laporan mengenai dugaan kasus kedua. AS dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah mendesak Russia agar lebih transparan dalam memberikan informasi terkait kasus tersebut.

Trump mengatakan Russia bersikeras bahwa situasi telah terkendali, tetapi informasi yang disampaikan kepada publik masih terbatas.

“Jika mendengarkan mereka, situasinya terkendali. Namun, Anda tahu, orang-orang pernah mengatakan hal yang sama tentang berbagai hal lainnya,” ujar Trump mengenai tanggapan Moskow.

Merujuk pada respons awal Tiongkok terhadap pandemi COVID-19, Trump menambahkan, “Tiongkok tidak banyak memberikan informasi, dan Russia juga tidak banyak bicara. Namun, mereka mengatakan bahwa situasinya benar-benar terkendali.”

Trump kembali menyatakan bahwa dirinya telah menjadwalkan percakapan telepon dengan Presiden Russia Vladimir Putin untuk membahas masalah tersebut, tetapi tidak mengungkapkan kapan pembicaraan itu akan berlangsung.

“Hari ini adalah hari ulang tahun Vladimir Putin,” kata Trump.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Rabu mengatakan pihaknya belum dapat menyusun penilaian risiko secara menyeluruh karena belum memperoleh gambaran lengkap dari Russia mengenai dugaan kematian akibat wabah pes yang menimpa seorang teknisi laboratorium.

WHO, AS dan Uni Eropa telah meminta Moskow memberikan informasi lebih lanjut setelah seorang perempuan berusia 28 tahun yang bekerja di Institut Penelitian Antipes di Irkutsk, Siberia, meninggal dunia.

“Pekerja laboratorium tersebut meninggal setelah dirawat di rumah sakit akibat pneumonia berat. Laporan awal media menyebutkan kemungkinan wabah pes paru-paru setelah terjadi paparan tidak sengaja di laboratorium,” kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Ia mengatakan WHO mengetahui bahwa pemerintah Russia menggelar pertemuan pada 2 Oktober karena mencurigai seorang warga di wilayah Irkutsk terinfeksi penyakit berbahaya.

Tedros mengatakan WHO telah meminta informasi tambahan kepada Moskow pada Sabtu sesuai dengan Peraturan Kesehatan Internasional (International Health Regulations/IHR).

IHR merupakan kerangka hukum yang mengatur hak dan kewajiban negara dalam menangani peristiwa serta keadaan darurat kesehatan masyarakat yang berpotensi melintasi batas negara. Negara-negara diminta memberikan tanggapan dalam waktu 24 jam.

Russia baru merespons pada Selasa dengan menyatakan tidak ada kasus wabah pes yang dilaporkan di wilayah Irkutsk. Pemerintah Russia juga menyebut sekitar 200 orang yang melakukan kontak dengan pihak terkait telah menjalani karantina.

Menurut Tedros, WHO telah meminta informasi mengenai pemeriksaan laboratorium terhadap korban, orang-orang yang melakukan kontak dengannya, serta kondisi kesehatan mereka.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
Megapolitan
Sisa Kebakaran di Permukima...
Luar Negeri
Trump: Pertemuan Putin-Zele...
Luar Negeri
Menhan Hegseth Ajukan Keran...

Flavio Bolsonaro Tinggalkan Brasil 

2 jam lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Flavio Bolsonaro Tinggalkan...
Advertisement
Balsa Borong Dua Gol untuk Kemenangan Persib Bandung 2-0 Atas Melbourne Victory

Balsa Borong Dua Gol untuk Kemenangan Persib Bandung 2-0 Atas Melbourne Victory

28 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.