Krisis Air Bersih di Natuna! Pemkab Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak
Minggu, 23 Agu 2026, 12:29 WIBNATUNA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, menyalurkan bantuan air bersih secara gratis kepada masyarakat yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah di daerah tersebut.
Bupati Natuna Cen Sui Lan di Natuna, Minggu, mengatakan penyediaan air bersih tersebut dilakukan sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan dasar masyarakat, khususnya warga yang mengalami kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari selama musim kemarau.
Menurut dia, minimnya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir menyebabkan sejumlah wilayah di Natuna mengalami kekeringan. Kondisi tersebut juga berdampak pada sumber air yang dikelola perusahaan daerah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat karena debit air mengalami penurunan.
Pendistribusian air bersih dilakukan oleh Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Nusa Natuna. Penyaluran diprioritaskan bagi masyarakat yang berada di wilayah terdampak kekeringan dan mengalami keterbatasan sumber air bersih.
"Solusi kita saat ini menyalurkan air kepada masyarakat yang terdampak melalui mobil tangki," ucapnya.
Cen Sui Lan menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan terus memantau kondisi ketersediaan air di sejumlah wilayah Natuna. Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui daerah yang membutuhkan bantuan sekaligus memastikan distribusi air bersih dapat dilakukan secara tepat sasaran.
Pemkab Natuna juga mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijak selama musim kemarau. Penghematan penggunaan air dinilai penting agar sumber air yang masih tersedia dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga kondisi cuaca kembali normal.
"Kita imbau juga jangan membuka lahan dengan cara dibakar atau melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat menyebabkan kebakaran," katanya.
Sementara itu, Direktur Perumda Air Minum Natuna Zaharuddin mengatakan bahwa tidak adanya hujan selama dua pekan menyebabkan volume penampungan dan debit air mengalami penurunan.
Perumda Air Minum Natuna mencatat sumber air di penampungan milik mereka di Gunung Ranai mengalami penurunan signifikan hingga sekitar 30 persen. Sementara itu, debit air di Bukit Berangin berada di kisaran 60 persen.
"Penyaluran kita lakukan dengan mobil tangki ke wilayah-wilayah yang mengalami kekeringan," ucapnya.
Ia menjelaskan bahwa pendistribusian air dilakukan secara bergilir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk menyediakan wadah yang mampu menampung air untuk memenuhi kebutuhan selama lima hari.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar menggunakan air yang telah diberikan secara bijak. Hal tersebut mengingat jumlah masyarakat yang terdampak cukup banyak sehingga proses penyaluran berulang membutuhkan waktu.
Masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air, kata dia, dapat menyampaikan pengaduan kepada pihak perusahaan. Setiap laporan yang diterima akan ditindaklanjuti dengan mengupayakan sarana dan prasarana yang tersedia.
"Pendistribusian air dilakukan secara bergilir dan berdasarkan antrean karena kami hanya memiliki dua unit mobil tangki," katanya.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
Berita Terkait:
-
Perum Bulog Batam Percepat Penyaluran Bantuan Pangan bagi 79 Ribu Penerima
-
Apresiasi Kebijakan Kemenkeu, Bank Mandiri Siap Optimalkan Fungsi Intermediasi Perbankan
-
Tradisi Buka Luwur Sunan Kudus 2026 Digelar, 34 Ribu Bungkus Nasi Dibagikan.
-
BMKG Imbau Warga Waspadai Gelombang Tinggi di Perairan Sulawesi Tenggara
-
Pemkot Padang Luncurkan Program Dokter Warga untuk Bantu Masyarakat Prasejahtera.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.