Fitur Canggih Mobil Ternyata Jarang Dipakai, Ada yang Tak Tahu Cara Menggunakannya
Minggu, 23 Agu 2026, 12:30 WIBJakarta - Sejumlah fitur teknologi pada mobil modern ternyata masih jarang digunakan pemilik kendaraan, meskipun dirancang untuk meningkatkan kenyamanan, kemudahan, dan keselamatan berkendara. Temuan tersebut terungkap dalam studi di Inggris.
Studi yang dilakukan Censuswide terhadap 1.350 pengendara di Inggris pada musim panas 2026 itu menunjukkan tingkat pemanfaatan fitur kendaraan sangat beragam. Bahkan, sebagian pengemudi mengaku tidak mengetahui cara mengoperasikan fitur yang tersedia di mobil mereka.
Carscoops, Sabtu (22/8), melaporkan penelitian yang dilakukan atas permintaan jaringan diler otomotif Inggris Dick Lovett tersebut menemukan 25,9 persen pemilik mobil yang dilengkapi adaptive cruise control tidak pernah menggunakan fitur tersebut. Sebanyak tujuh persen lainnya mengaku tidak mengetahui cara mengoperasikannya.
Kondisi serupa terjadi pada sejumlah fitur bantuan pengemudi. Hampir 18 persen pengemudi tidak menggunakan lane-keeping assist, sementara 21,3 persen memilih mematikan fitur pengereman darurat otomatis.
Sebagian pengemudi menilai sistem bantuan tersebut terlalu agresif sehingga dianggap lebih banyak menimbulkan gangguan dibandingkan manfaat.
Fitur asisten suara juga tidak digunakan oleh 17,8 persen pengemudi yang memilikinya. Sementara itu, 17,1 persen pemilik kendaraan dengan augmented reality head-up display tidak mengaktifkan fitur tersebut dan tujuh persen mengaku tidak mengetahui cara mengoperasikannya.
Studi itu juga menunjukkan sejumlah fitur kenyamanan belum menjadi bagian dari penggunaan rutin. Dari responden yang memiliki kendaraan dengan kursi pijat, hanya 22 persen yang mengaku rutin menggunakannya.
Sebanyak 22,4 persen pemilik augmented reality head-up display menggunakan fitur tersebut secara rutin, sedangkan 24,5 persen responden rutin memanfaatkan fitur menyalakan mesin dari jarak jauh.
Namun, rendahnya penggunaan sejumlah fitur juga dipengaruhi keterbatasan ketersediaannya pada kendaraan responden. Sebanyak 67,3 persen kendaraan tidak dilengkapi kursi pijat, 62 persen tidak memiliki fitur menyalakan mesin dari jarak jauh, 60,5 persen tidak memiliki augmented reality head-up display, dan 57,3 persen tidak memiliki pengaturan suhu kabin melalui aplikasi.
Sebaliknya, teknologi yang lebih sederhana justru lebih banyak digunakan. Konektivitas Bluetooth menjadi fitur yang paling sering digunakan, yakni oleh 58,3 persen responden, diikuti kamera mundur sebesar 45,7 persen dan navigasi bawaan kendaraan sebesar 44,5 persen.
Kaca depan berpemanas juga digunakan secara rutin oleh 41 persen responden, sedangkan 27,3 persen rutin menggunakan mode berkendara. Penggunaan mode berkendara lebih tinggi pada kelompok usia 25-34 tahun, yakni mencapai 38,3 persen.
Dipengaruhi Usia
Usia turut memengaruhi pola penggunaan teknologi kendaraan. Bluetooth rutin digunakan oleh 68,5 persen pengemudi berusia 25-34 tahun dan 68,8 persen pada kelompok usia 35-44 tahun. Angka tersebut turun menjadi 49,7 persen pada pengemudi berusia 55 tahun ke atas.
Perbedaan juga terlihat pada fitur pengisian daya ponsel nirkabel. Fitur tersebut digunakan oleh 44,4 persen pengemudi berusia 35-44 tahun, dibandingkan 20,7 persen pada kelompok usia 55 tahun ke atas.
Penggunaan fitur menyalakan mesin dari jarak jauh juga menurun dari lebih dari seperempat pengemudi berusia di bawah 35 tahun menjadi hanya 5,1 persen pada kelompok usia 55 tahun ke atas.
Sebaliknya, penggunaan kaca depan berpemanas meningkat dari 27,2 persen pada pengemudi berusia 18-24 tahun menjadi hampir 45 persen pada kelompok usia 45-54 tahun.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa banyaknya fitur teknologi yang tersedia pada mobil tidak selalu berarti fitur tersebut akan digunakan secara optimal oleh pemilik kendaraan.
Pakar otomotif Dick Lovett Alex Lee mengatakan pemilik kendaraan perlu meluangkan waktu untuk memahami berbagai teknologi yang tersedia pada mobil mereka.
âSeiring mobil menjadi semakin canggih, meluangkan waktu untuk mempelajari kemampuan kendaraan Anda bukan hanya soal mendapatkan manfaat yang sepadan dengan uang yang dikeluarkan, tetapi juga dapat membantu meningkatkan keselamatan, kenyamanan, dan pengalaman berkendara secara keseluruhan,â kata Lee.
Adapun fitur mobil yang paling sering digunakan dalam studi tersebut meliputi konektivitas Bluetooth sebesar 58,3 persen, kamera mundur 45,7 persen, navigasi bawaan 44,5 persen, kaca depan berpemanas 41 persen, kursi berpemanas 31,9 persen, pengisian daya ponsel nirkabel 31,9 persen, pemantauan titik buta 29,4 persen, kamera 360 derajat 27,8 persen, mode berkendara 27,3 persen, dan adaptive cruise control 26,9 persen.
- teknologi otomotif
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.