Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Minggu, 23 Agu 2026, 20:30 WIB

LOMBOK TENGAH – Gelaran budaya lokal bukan sekadar ajang pelestarian tradisi, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan sosial yang kuat.

Ketika dikemas secara kreatif, kegiatan budaya dapat menjadi ruang bagi pelaku seni, UMKM, dan ekonomi kreatif untuk berkembang sekaligus memperkuat identitas daerah dan menarik minat wisatawan.

Ket. Foto: Atraksi budaya yang ditampilkan ITDC di area Bazar UMKM di kawasan The Mandalika, Nusa Tenggara Barat di Lombok Tengah, Sabtu malam (22/8/2026). — Sumber: ANTARA/HO-Humas ITDC.

InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) mengatakan penyelenggaraan budaya lokal dapat memperkuat The Mandalika sebagai destinasi pariwisata yang tidak hanya bertumpu pada penyelenggaraan ajang balap, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang memadukan sport, lifestyle, budaya serta keterlibatan masyarakat lokal.

"Kami ingin The Mandalika tumbuh bukan hanya sebagai tempat berlangsungnya event, tetapi sebagai destinasi yang memiliki cerita, karakter, dan pengalaman yang kuat," kata Plt Direktur Utama ITDC Ahmad Fajar dalam keterangan tertulisnya di Lombok Tengah, Minggu (23/9).

Ia mengatakan Program Mandalika Art dan Culture Performance (MACP) yang menampilkan legenda Putri Mandalika di Bazar UMKM di akhir pekan itu merupakan kolaborasi ITDC bersama Taman Budaya Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan masyarakat sekitar kawasan.

"Hal itu menjadi bagian dari upaya menjadikan kekayaan budaya dan kearifan lokal sebagai salah satu elemen utama pengalaman berwisata di The Mandalika," katanya.

Legenda putri Mandalika yang telah menjadi bagian dari identitas masyarakat Lombok tersebut dibawakan oleh sanggar seni SakSak Dance melalui perpaduan drama, tari, dan musik.

"Budaya Lombok adalah bagian penting dari DNA The Mandalika," katanya.

Oleh karena itu, seni, tradisi dan keterlibatan masyarakat lokal harus menjadi bagian dari pengalaman yang dirasakan setiap pengunjung ketika datang ke Mandalika.

Menurut dia, berbagai ajang berskala nasional maupun internasional memiliki peran penting sebagai traffic puller yang membawa semakin banyak orang datang dan mengenal The Mandalika.

Namun, pengalaman destinasi yang kuat menjadi faktor penting agar pengunjung tinggal lebih lama, menikmati lebih banyak aktivitas, dan memiliki alasan untuk kembali.

“Event menjadi salah satu penggerak kunjungan dan national branding. Tetapi kekuatan sebuah destinasi tidak berhenti pada event. Budaya, alam, lifestyle, sport, kuliner, hospitality, dan masyarakat lokal harus tumbuh menjadi satu ekosistem pengalaman," katanya.

Kepala Taman Budaya Provinsi NTB, Lalu Suryadi Mulawarman, menyebut bahwa pementasan Legenda Putri Mandalika merupakan salah satu cara menjaga warisan budaya agar tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan pariwisata.

“Legenda Putri Mandalika merupakan bagian dari kekayaan budaya masyarakat Lombok yang telah diwariskan lintas generasi," katanya .

Ia mengatakan ketika cerita tersebut dihadirkan kembali melalui drama, tari, dan musik serta melibatkan masyarakat sebagai pelakunya, pelestarian budaya tidak berhenti pada upaya menjaga warisan, tetapi juga memberi ruang agar budaya terus hidup, dikenal, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Pelaksanaan MACP kali ini semakin semarak dengan kehadiran The Dudas Minus One, yang terdiri dari Raffi Ahmad, Nazril Irham (Ariel), Gading Marten, dan Deddy Mahendra Desta (Desta).

"Kehadiran mereka turut memberikan amplifikasi terhadap pengalaman menikmati sisi lain The Mandalika, tidak hanya sebagai lokasi berbagai event besar, tetapi juga sebagai destinasi yang menawarkan kekayaan budaya dan kehidupan masyarakat lokal," katanya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.