• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Maybank Marathon Targetkan...

Maybank Marathon Targetkan Ajang Netral Karbon pada 2030

Sabtu, 22 Agu 2026, 23:53 WIB

JAKARTA – Menjelang penyelenggaraan Maybank Marathon 2026 in Partnership with Visa, PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) memperkuat komitmen keberlanjutannya melalui Maybank Marathon Sustainability Day 2026.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut memasuki agenda utama pada Sabtu (22/8/2026) di Sustainability Pavilion, Bali United Training Center, Gianyar, Bali. Maybank Marathon sendiri merupakan ajang lari internasional yang menyandang predikat Elite Label Road Race dari World Athletics.

Ket. Foto: Peragaan busana yang menampilkan hasil karya para penenun perempuan yang tergabung dalam inisiatif Maybank Women Eco-Weavers. Women Eco-Weavers melibatkan penenun dari lima negara di kawasan Asia Tenggara, yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Kamboja, dan Laos. — Sumber: Maybank Indonesia

Sejak pertama kali digelar pada 2012, Maybank Marathon tidak hanya berkembang sebagai kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi wadah kolaborasi yang mempertemukan masyarakat, komunitas, dan mitra untuk mendorong aksi keberlanjutan.

Sustainability Day 2026 mengangkat dua momentum utama: peringatan satu dekade Maybank Women Eco-Weavers (MWEW) dan penguatan gerakan Jejak Hijau di Bali.

Rangkaian peringatan satu dekade MWEW dikemas melalui seremoni apresiasi, gelar wicara (talk show), lokakarya menenun, serta sesi Inspiring Talks bertema “Impact Society Positively through Partnership”.

Sesi tersebut dimoderatori oleh Group Chief Sustainability Officer Maybank, Datuk Shahril Azuar Jimin, serta menghadirkan Visa sebagai title sponsor Maybank Marathon 2026 dan BMW Group sebagai Sustainable Mobility Partner.

Presiden Direktur Maybank Indonesia, Steffano Ridwan, mengatakan bahwa kolaborasi merupakan elemen penting dalam upaya menciptakan dampak keberlanjutan.

“Selaras dengan pilar strategis ROAR30 Maybank, Impacting Society Positively, kami meyakini bahwa dampak yang berkelanjutan membutuhkan kolaborasi yang menyatukan beragam kekuatan untuk mencapai tujuan bersama,” ujar Steffano dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (22/8/2026).

Menurutnya, semangat tersebut diwujudkan melalui gerakan Jejak Hijau di Maybank Marathon, sekaligus mendukung aspirasi menjadikan Maybank Marathon sebagai ajang maraton netral karbon (Carbon-Neutral Marathon) pada 2030.

Semangat serupa diterapkan melalui MWEW yang tahun ini memasuki satu dekade kiprahnya dalam memberdayakan perempuan dan komunitas di sejumlah negara ASEAN.

“Bersama para mitra, kami ingin memperluas dampak Maybank Marathon hingga melampaui lintasan lomba, sekaligus menciptakan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, lingkungan, dan generasi mendatang,” katanya.

Satu Dekade Maybank Women Eco-Weavers

MWEW merupakan program unggulan Maybank Foundation yang berfokus pada pelestarian warisan tekstil tenun ASEAN sekaligus pemberdayaan perempuan melalui kemandirian ekonomi dan inklusi keuangan.

Program tersebut pertama kali diluncurkan di Lombok, Indonesia, pada 2016. Dalam perjalanannya, MWEW berkembang menjadi ekosistem regional yang menghubungkan penenun perempuan, petani serat alami, mitra program, dan masyarakat di lima negara ASEAN: Indonesia, Malaysia, Kamboja, Laos, dan Filipina.

Ekosistem tersebut mencakup berbagai tahapan, mulai dari budidaya serat alami dan serikultur, pewarnaan alami, proses menenun, inovasi produk, hingga akses pasar.

Group Chief Sustainability Officer Maybank sekaligus Principal Officer Maybank Labuan Foundation, Datuk Shahril Azuar Jimin, mengatakan bahwa perjalanan satu dekade MWEW menunjukkan bahwa pelestarian warisan budaya dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi.

“Perjalanan ini bukan dibangun oleh satu pihak saja, melainkan melalui kolaborasi para perempuan penenun, petani, mitra program, masyarakat, dan berbagai pihak yang selama satu dekade telah bersama-sama melestarikan warisan tenun, terus mendorong kemandirian ekonomi perempuan, serta memperkuat mata pencaharian yang berkelanjutan,” ujarnya.

Hingga 30 Juni 2026, MWEW secara kumulatif telah memberdayakan 2.617 penenun perempuan di lima negara ASEAN dan mendukung 3.024 petani di empat negara ASEAN.

Program tersebut juga telah membudidayakan lebih dari 813.500 pohon murbei, 55.300 tanaman kapas, dan 18.700 pohon abaka.

Untuk memperkuat ekosistem tenun berkelanjutan, MWEW telah mendirikan 13 pusat pelatihan tenun, satu galeri tenun, serta satu laboratorium pewarna alami.

Perkuat Gerakan Jejak Hijau

Selain pemberdayaan masyarakat, aspek lingkungan menjadi bagian penting dari strategi keberlanjutan Maybank Marathon.

Dalam Sustainability Day 2026, sejumlah inisiatif lingkungan turut digelar, salah satunya Jejak Hijau Desa Sanding. Program tersebut diarahkan untuk mendorong transformasi Desa Sanding menjadi desa yang lebih berkelanjutan.

Maybank juga menghadirkan Piduh Charity Program yang ditujukan untuk memberdayakan 100 generasi muda, penyandang disabilitas, dan anak yatim di Bali.

Sementara itu, upaya menuju target Maybank Marathon sebagai ajang netral karbon pada 2030 diperkuat melalui penghitungan jejak emisi secara terukur.

Penghitungan tersebut menjadi dasar untuk menyusun langkah dekarbonisasi yang lebih konkret dan berkelanjutan. Dengan pendekatan tersebut, aspek keberlanjutan tidak hanya ditempatkan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Maybank Marathon, tetapi juga menjadi fondasi dalam transformasi ajang tersebut ke depan.

Melalui Sustainability Day 2026, Maybank Indonesia menegaskan bahwa penyelenggaraan Maybank Marathon diarahkan tidak hanya untuk menghadirkan kompetisi olahraga, melainkan juga memperluas manfaat sosial dan lingkungan melalui kolaborasi dengan komunitas dan mitra.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.