Optimisme Raih Emas Disuarakan Karateka Leica
Rabu, 16 Sep 2026, 06:54 WIBJAKARTA â Ini baru benar-benar pejuang, ada kepercayaan diri tinggi mampu meraih medali emas. Dialah karateka putri Indonesia Leica Al Humaira Lubis. Leica optimistis mampu meraih medali emas nomor kumite +68kg putri meski baru debut di Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Jepang. Semua atlet mestinya punya kepercayaan diri tinggi seperti ini. Jangan lagi mencari pengalaman di ajang Asian Games. Terjun ke Asian Games harus bercita-cita meraih medali emas, bukan menambah pengalaman bertanding.
âKalau satu sampai 10, ada di angka delapan,â kata Leica di Jakarta, Selasa. Karateka 21 tahun itu menyadari Asian Games akan menghadirkan tantangan berbeda karena sejumlah calon lawannya memiliki pengalaman lebih panjang dan menempati jajaran elite dunia.
âIni kebetulan Asian Games pertama saya di usia muda. Secara pengalaman saya jauh dibandingkan lawan-lawan yang masuk peringkat 10 dunia. Bahkan ada yang peringkat satu dunia. Tapi saya percaya diri di 80 persennya itu,â ujarnya.
Kepercayaan diri Leica didukung hasil positif dalam setahun terakhir. Dia meraih medali emas SEA Games Thailand 2025 pada nomor kumite +68 kg putri. Dia mengalahkan karateka tuan rumah Songklin Kewalin pada partai final. Leica kemudian melanjutkan tren tersebut dengan menjadi juara Asian Senior Karate Championship 2026 di Bali, Juni.
Dalam kejuaraan Asia itu, Leica menaklukkan karateka Yordania Nara Yaser dengan skor 6-3 di laga final. Dalam perjalanannya menuju gelar juara, dia juga mampu melewati Arika Gurung dari Nepal yang berada dalam jajaran 10 besar dunia.
Gelar juara Asia tersebut menjadi modal penting bagi Leica untuk menghadapi persaingan Asian Games sekaligus membuatnya makin yakin dapat bersaing dengan karateka terbaik benua tersebut. Berdasarkan daftar peringkat World Karate Federation (WKF), Leica saat ini menempati peringkat ke-47 dunia kumite +68 kg putri dengan 870 poin.
Meski demikian, Leica menegaskan target medali emas yang diberikan kepadanya sempat menjadi tekanan sebelum mengubah cara pandang setelah berdiskusi dengan pelatih dan sejumlah karateka senior. âAwalnya saya merasa terbebani, tapi seiring berjalan waktu, setelah banyak diskusi dengan senior-senior dan pelatih, saya coba ubah sudut pandang,â ujar Leica.
Menurutnya, keberhasilan menjadi juara Asia bukan lagi menjadi beban untuk mengulang prestasi serupa, melainkan pemacu untuk membuktikan dirinya mampu menguasai persaingan di kelas +68 kg tingkat Asia. âHasil di AKF kemarin sebenarnya bukan beban buat saya, tapi jadi pecut. Salah satu pembuktian kalau saya bisa menguasai kelas saya di level Asia,â ujarnya.
Leica memperkirakan persaingan Asian Games tetap ketat. Selain tuan rumah Jepang, dia mewaspadai karateka dari Kazakhstan, Nepal, Yordania, dan Vietnam. Indonesia menurunkan enam karateka di Asian Games Jepang. Mereka adalah Christopher Elbert Setiabudi kata putra, Daniel Hutapea kumite +84 kg putra, M Tegar Januar kumite -55kg putra, Marzella Sekar Damayanti kata putri, Leica kumite +68kg putri, serta Cok Istri Sanistya Rani kumite -55kg putri.
Cabang karate berupaya memperbaiki pencapaian Indonesia setelah Asian Games Hangzhou 2022 menyumbangkan satu medali perunggu melalui Ignatius Joshua Kandou pada kumite 75kg putra. Ant/G-1
- Karateka
- Leica Al Humaira Lubis.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.