Pemprov Jakarta Stabilkan Berbagai Keperluan Pangan

Jumat, 25 Sep 2026, 03:50 WIB

JAKARTA – Jakarta adalah ibu kota sehingga berbagai keperluan tak boleh kurang. Untuk itu, Pemprov minta bantaun pemerintah pusat untuk menstabilkan harga dan ketersediaan pangan di Jakarta. “Pemprov Jakarta terus berkoordinasi dan bersinergi dengan Pemerintah Pusat,” ujar Kepala Dinas KPKP Jakarta, Hasudungan Sidabalok, Kamis.

Salah satunya melalui pelaksanaan kegiatan monitoring bersama Satuan Tugas Pengawasan Harga dan Mutu Beras. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Ket. Foto: Sejumlah calon pembeli memilih sayuran di pasar inpres, Kebayoran Baru, Jakarta. — Sumber: ANTARA/Prasetyo Utomo

Dalam rangka mitigasi pasokan dan harga bahan pangan musim kemarau ini, beberapa upaya dilakukan Pemprov Jakarta. Ini antara lain terus mendorong pelaksanaan pertanian perkotaan (urban farming) dari tingkat rumah tangga. Mereka didorong memanfaatkan lahan untuk menanam produk yang cepat panen. 

Upaya tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pasokan dari luar kota melalui penyediaan pangan mandiri di tingkat keluarga atau rumah tangga. Selain itu, urban farming juga diharapkan dapat berperan dalam stabilisasi harga pangan yang berdampak pada terjaganya inflasi daerah.

“Dalam penyediaan pangan dan stabilisasi harga pangan, Dinas Ketahanan Pangan melaksanakan program penyediaan pangan dengan harga murah atau pangan subsidi,” ungkap Hasudungan.

Menurutnya, dalam program tersebut, masyarakat penerima manfaat dapat memperoleh enam pangan. Ada beras premium 5 kg, daging sapi 1 kg, daging ayam 1 kg, telur ayam 1 tray, ikan kembung 1 kg dan susu UHT 1 karton berisi 24 buah (masing-masing berukuran 200 ml) seharga Rp126.000. 

Pemprov mendorong pertanian perkotaan (urban farming) sebagai langkah mitigasi pasokan dan menjaga kestabilan harga bahan pangan selama musim kemarau. Hasudungan Sidabalokmenyatakan, program ini bertujuan untuk meningkatkan akses atau keterjangkauan masyarakat dalam memperoleh pangan bergizi dan aman.

Lebih lanjut, terkait aspek akses atau keterjangkauan pangan, melalui BUMD Pangan PT Food Station Tjipinang Jaya, Perumda Pasar Jaya dan Perumda Dharma Jaya secara aktif menjual pangan murah keliling ke lokasi-lokasiuntuk mendekati warga.

Misalnya, di kantor pemerintahan, rumah susun, dan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak. Dalam kegiatan ini, masyarakat dapat memperoleh bahan pangan sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi atau Harga Acuan Penjualan yang telah ditetapkan Pemerintah Pusat.

Saran Produksi

Sementara itu, Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (Sudin KPKP) Kepulauan Seribu menyalurkan bantuan sarana produksi pertanian kepada Kelompok Wanita Tani (KWT), pengelola Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), dan warga pegiat urban farming di Kelurahan Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu Utara.

“Bantuan disalurkan secara bertahap, sesuai dengan kebutuhan kelompok dan lokasi pengembangan urban farming,” kata Kepala Seksi Ketahanan Pangan Sudin KPKP Kepulauan Seribu, Helena Simarmata.

Menurutnya, penerima bantuan yang telah mendapat dukungan di antaranya KWT Hijau Daun di Pulau Kelapa Dua dan RPTRA Pulau Kelapa. Program tersebut, kata Helena, bertujuan mengoptimalkan lahan dan meningkatkan aktivitas bercocok tanam.

Helena menyebutkan, bantuan yang disalurkan meliputi paranet, dua set mesin pompa, dua kemasan pestisida Alika, 10 karung pupuk, dua alat semprot atau misti, dan 20 pot tanaman. Selain itu, ada pula 50 bibit cabai, tiga bibit pakcoy, dua bibit sawi, dua bibit bayam, dua bibit selada, serta benih cabai. wid/Ant/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.