AS dan Tiongkok Seharusnya Bermitra, Bukan sebagai Pesaing

Jumat, 25 Sep 2026, 03:10 WIB

WASHINGTON - Tiongkok dan Amerika Serikat (AS) seharusnya menjadi mitra, bukan pesaing. Kedua negara sama-sama merupakan negara yang hebat, dan rakyat kedua negara sama-sama merupakan bangsa yang hebat. 

Demikian pidato tertulis Presiden Tiongkok, Xi Jinping pada Rabu (23/9) setibanya di AS untuk melakukan kunjungan kenegaraan.

Ket. Foto: Presiden AS, Donald Trump dan Presiden Tiongkok, Xi Jinping. — Sumber: Andrew Harnik/Getty Imag es/AFP

Masyarakat kedua negara kata Xi telah lama menjalin pertukaran yang bersahabat dan kepentingan mereka saling terkait erat satu sama lain, Xi menyampaikan bahwa peremajaan besar bangsa Tiongkok dan upaya menjadikan Amerika hebat kembali dapat sejalan, saling melengkapi, serta menghadirkan manfaat bagi dunia.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping dijadwalkan bertemu di Gedung Putih pada Kamis, sehari setelah kesepakatan gencatan perang dagang satu tahun mereka resmi diperpanjang.

Fokus perhatian publik kini tertuju pada sejauh mana kedua pemimpin dapat mencapai kesepakatan terkait tata kelola kecerdasan buatan atau rtifical Intelligence (AI).

Para pejabat dari kedua negara menyatakan bahwa tujuan utama dari pertemuan tingkat tinggi itu adalah untuk menjaga stabilitas hubungan AS-Tiongkok, meskipun sejumlah perselisihan mendasar masih belum terselesaikan, termasuk masalah mineral kritis, Taiwan, dan Iran.

Trump dan Xi yang melakukan kunjungan pertamanya ke Washington dalam 11 tahun terakhir diperkirakan akan menghabiskan banyak waktu untuk membahas isu-isu ekonomi.

Menjelang pertemuan tersebut, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyampaikan bahwa kedua negara sepakat memperpanjang gencatan senjata dagang yang masih rapuh ini selama dua bulan hingga 10 Januari, dari yang semula dijadwalkan berakhir pada 10 November.

Langkah gencatan perang dagang untuk menekan tarif balasan yang sempat menembus angka 100 persen itu dinilai sangat krusial guna menjaga keberlangsungan upaya pemulihan hubungan yang tengah berjalan.

Hubungan Baik

Trump dan Xi pertama kali sepakat menunda perang dagang saat bertemu di Korea Selatan pada Oktober tahun lalu. Kesepakatan tersebut mencakup penundaan penerapan kontrol ekspor baru oleh Tiongkok terhadap mineral tanah jarang, yang merupakan bahan baku vital bagi produk teknologi tinggi.

Kunjungan kenegaraan Xi tersebut, yang berlangsung sekitar empat bulan setelah kunjungan Trump ke Beijing, sekaligus menegaskan keinginan bersama untuk melanjutkan dialog tingkat tinggi di tengah persaingan politik, ekonomi, dan teknologi yang kian sengit.

Sejak awal kunjungan tiga hari Xi, Trump telah menunjukkan kehangatan terhadap pemimpin Tiongkok tersebut,figur yang berulang kali disebut Trump memiliki “hubungan yang sangat baik” dengannya.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Antara, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.