Badai Polo Kategori 5 Terjang Meksiko, Gelombang 8 Meter Ancam Pesisir

Jumat, 25 Sep 2026, 03:00 WIB

Lázaro Cárdenas (Meksiko) – Badai Hurricane Polo berputar mengancam di sepanjang pesisir selatan Meksiko pada Kamis (24/9), memicu gelombang tinggi di sebuah kota pelabuhan di pesisir Samudra Pasifik.

Warga Lázaro Cárdenas bergegas menumpuk karung pasir di sepanjang garis pantai untuk melindungi rumah dan tempat usaha di tepi laut yang terancam Badai Polo, meskipun badai tersebut diperkirakan tidak akan mencapai daratan.

Ket. Foto: Warga memasang karung pasir sebagai tanggul pelindung untuk menahan gelombang tinggi yang ditimbulkan Badai Polo di wilayah Lázaro Cárdenas, Negara Bagian Michoacán, Meksiko. — Sumber: AFP

Namun, gelombang besar dan hujan deras pada Rabu berhasil menembus pertahanan mereka. Sejumlah bangunan bahkan mengalami retakan pada bagian fasad.

"Bangunan-bangunan kami mulai berantakan," kata pemilik hotel tepi pantai, Concepcion Lopez, kepada AFP.

Badai Polo mencapai kekuatan maksimum Kategori 5 dalam skala Saffir-Simpson pada Rabu dan masih aktif sekitar 240 kilometer (150 mil) dari pesisir Negara Bagian Guerrero.

Otoritas mengatakan badai tersebut bergerak ke utara menuju Negara Bagian Michoacán, tempat Lázaro Cárdenas berada.

Meksiko telah mengerahkan 1.700 personel militer ke Michoacán. Para prajurit bersenjata juga berjaga di pantai Lázaro Cárdenas.

Di sebuah hotel tepi pantai lainnya, terjangan gelombang menghancurkan satu dari dua kolam renang yang tersedia.

"Banjir yang semakin parah sedang merusak kolam yang satunya; air juga sudah mencapai dapur saya," kata pemilik hotel, Gudelia Ochoa. "Kami hanya berharap dampaknya tidak terlalu buruk bagi kami."

Hujan deras dan angin berkecepatan 70 hingga 90 kilometer per jam diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah pesisir Pasifik Meksiko. Gelombang setinggi sedikitnya enam hingga delapan meter juga diperkirakan terjadi.

"Penduduk yang berada di zona peringatan serta wilayah yang berisiko mengalami banjir, tanah longsor, atau kenaikan permukaan sungai diimbau untuk melakukan tindakan pencegahan secara maksimal," demikian pernyataan badan perlindungan sipil.

Meksiko setiap tahun dilanda badai, baik di pesisir Pasifik maupun Atlantik, yang umumnya terjadi antara Mei hingga November.

Pola cuaca El Nino turut memperkuat musim badai tahun ini.

Fenomena iklim yang berlangsung secara siklikal tersebut meningkatkan suhu permukaan laut di wilayah ekuatorial tengah dan timur Samudra Pasifik serta memicu perubahan pola angin dan curah hujan secara global, sekaligus menyebabkan kondisi cuaca yang tidak menentu.

  • Meksiko

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.