Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bakom RI Sebut 388 Siswa Sekolah Unggul Garuda Lolos ke Perguruan Tinggi Terbaik Dunia

📅 Rabu, 19 Agu 2026, 15:52 WIB | Oleh:
Bakom RI Sebut 388 Siswa Sekolah Unggul Garuda Lolos ke Perguruan Tinggi Terbaik Dunia Doc: antara foto
Ket. Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari

JAKARTA - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari menyatakan sebanyak 388 siswa Sekolah Unggul Garuda Transformasi lolos ke perguruan tinggi terbaik dunia pada tahun ajaran 2025/2026.

"Dampak yang sudah terukur jelas dari program ini adalah lonjakan siswa Sekolah Unggul Garuda Transformasi yang berhasil lolos seleksi masuk perguruan tinggi luar negeri terbaik dunia, naik 177 persen dari 140 siswa pada tahun ajaran 2024/2025 yang lalu menjadi 388 siswa pada tahun 2025/2026," kata Qodari dalam konferensi pers Update Program Prioritas di Auditorium Bakom, Jakarta, Rabu (19/8).

Menurut dia, jumlah tersebut meningkat 177 persen dibandingkan 140 siswa pada tahun ajaran 2024/2025.

Para siswa diterima di sejumlah perguruan tinggi dunia, antara lain University of New South Wales di Australia, Nanyang Technological University di Singapura, University of Toronto di Kanada, dan University of California Berkeley di Amerika Serikat.

Sebagian lainnya diterima di University of Oxford di Inggris, Wageningen University and Research di Belanda, serta Paris Sciences et Lettres di Prancis.

Qodari mengatakan pengembangan talenta peserta didik dilakukan melalui kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri dan berbagai mitra pendidikan.

Program tersebut meliputi persiapan SAT dan IELTS, penguatan kemampuan bahasa asing, pelatihan personal branding dan penulisan esai, penguatan karakter, fasilitasi pendaftaran ke perguruan tinggi terbaik dunia, serta riset kolaboratif STEM.

Capaian lainnya terlihat dari Beasiswa Garuda 2026 yang telah menempatkan 515 penerima di berbagai perguruan tinggi terbaik dunia.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 370 penerima berasal dari gelombang pertama dan 145 penerima dari gelombang kedua.

Australia menjadi negara tujuan terbanyak dengan 138 penerima, disusul Singapura 72 orang, Kanada 70 orang, perguruan tinggi dalam negeri 140 orang, Hong Kong 38 orang, Amerika Serikat 20 orang, dan Inggris 17 orang.

Penerima lainnya tersebar di Belanda, Tiongkok, Korea Selatan, Belgia, dan Prancis.

Sekolah Unggul Garuda terbagi dalam dua skema, yakni Sekolah Unggul Garuda Baru dan Sekolah Unggul Garuda Transformasi.

Sekolah Unggul Garuda Baru merupakan satuan pendidikan formal jenjang menengah atas yang sekaligus menjadi satuan kerja Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dengan fokus mempersiapkan lulusan unggul dan berdaya saing global, khususnya bidang STEM.

Pada tahun ajaran 2025/2026, empat Sekolah Unggul Garuda Baru telah beroperasi di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur; Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung; Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara; dan Bulungan, Kalimantan Utara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Teknologi Makin Canggih, Kenapa Hilirisasi Indonesia Masih Tersendat?
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai kendala hilirisasi; dari ...
  • Ambisi Semikonduktor Nasional Terhalang Ekosistem Industri
    Preview komentar:
    Tantangan mendasar yang dipaparkan secara tajam dalam artikel ...
  • Pemprov Kaltara Dorong UMKM Dilibatkan dan Masuk Kawasan Industri
    Preview komentar:
    Langkah strategis Pemprov Kaltara memfasilitasi UMKM lokal untuk ...

Pemkot Bandung Selidiki Kasus Pengelupasan Pohon

57 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Pemkot Bandung Selidiki Kas...
Megapolitan
Pemprov DKI Terus Buka Ruan...
Miris, Lima Atlet Panjat Tebing jadi Korban Pelecehan Seksual Pelatih

Miris, Lima Atlet Panjat Tebing jadi Korban Pelecehan Seksual Pelatih

19 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.